Tujuan Hidup Manusia

June 14, 200716 komen

Tujuan Hidup Manusia

Ada sebuah ungkapan yang pernah saya baca; “Orang bodoh hidup untuk makan, namun orang bijak makan untuk hidup.” Lantas apakah tujuan hidup orang bijak? Apakah hanya untuk bertahan hidup? Padahal kehidupan bukanlah akhir dan tidak dapat mengakhiri dirinya sendiri, lantas apa tujuan hidup ini?
Para ahli fikir merumuskan masalah ini dengan 3 pertanyaan dasar; Darimana, kemana, dan mengapa? Artinya, saya darimana, akan kemana, lantas mengapa saya ada disini?

Bagi mereka yang tidak mempercayai adanya Tuhan, yakni orang Ateis, hanya yakin terhadap materi yang terindera. Menurut mereka sesuatu itu ada jika terdeteksi oleh indera, jika tidak maka ia adalah fiksi. Alam semesta beserta isinya bagi mereka – terjadi begitu saja – kebetulan yang yang indah. Dan manusia tidak ubahnya bagai binatang dan tumbuhan, hidup dalam jangkau waktu tertentu kemudian mati.

Sehingga dalam pandangan mereka, dunia inilah awal dan akhir dan ini semua terjadi begitu saja tanpa ada keterlibatan Tuhan, karena mereka meyakini alam mempunyai mekanisme sendiri untuk mengatur dirinya sendiri.

Namun jika kita bicara jujur, sebenarnya tiap manusia mempunyai naluri keagamaan. Maka saya setuju dengan ungkapan sejarawan terkemuka Yunani 2000 tahun silam, Plutarch mengatakan, “Adalah mungkin bagi anda menjumpai kota-kota yang tidak memiliki istana, raja, kekayaan, etika, dan tempat-tempat pertunjukan. Namun tidak seorangpun yang dapat menemukan sebuah kota yang tidak memiki sesembahan atau kota yang tidak mengajarkan penyembahan kepada para penduduknya”. Ungkapan kuno ini benar. Ia menyatakan bahwa naluri keagamaan sesungguhnya adalah sesuatu yang bersumber dari fitrah manusia.

Kajian atas sejarah manusia menegaskan bahwa kepercayaan telah bersemayam dalam diri manusia sejak kurun peradaban kuno hingga saat ini. Berdasarkan penciptaan dan strukturnya, manusia adalah mahluk yang, tidak bisa tidak, musti memiliki keyakinan. Berdasarkan struktur inilah manusia diciptakan Allah. Namun begitu, manusia diberi hak memilih – patuh atau bermaksiat kepada-Nya.

Menurut Alquran, segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, termasuk manusia, hidup didalam naungan hidayah yang terbentuk secara fitri, yang mengantarkannya kepada Allah. Dari titik tolak inilah Islam berusaha menggiring pemahaman umat manusia untuk tidak menjadikan dunia ini, sebagai persinggahan terakhir, namun sebagai starting point untuk menuju kehidupan selanjutnya yang abadi dan hakiki, akhirat!

Oleh karenanya Alquran memberi perhatian khusus dan serius pada masalah kehidupan akhirat melebihi masalah-masalah lainnya. Misalnya saja, ayat-ayat hukum menerangkan berbagai masalah cabang (fủru’) hanya berjumlah 500 buah. Sementara, ayat-ayat yang berbicara tentang hari kebangkitan bejumlah lebih dari 1000 buah. Dari sini dapat dilihat Alquran memberikan perhatian serius pada masalah pemikiran dan keyakinan.

Jika hal ini mempunyai peranan sangat penting sepert ini, lantas apa arti semua ini? Kemerdekaan! Allah SWT menghendaki manusia untuk mengEsakan-Nya, dan menjadi manusia yang benar-benar merdeka bersama-Nya agar tidak menjadi hamba bagi segala sesuatu.

Dari penghambaan kepada Allah sajalah, akan lahir kemerdekaan manusia. Sebaliknya, dari kesombongan terhadap Allah, manusia akan diperbudak oleh segala sesuatu selain Allah. Dengan kata lain, pengEsaan dan penghambaan kepada Allah, memberikan kemulian dan kemerdekaan kepada manusia. Tanpanya, manusia menjadi budak bagi segala sesuatu yang diciptakanNya. Dan inilah tujuan hidup orang bijak yakni, merdeka bersama Allah, Tuhan yang menciptakannya.

Google
  • http://www.beeglay.multiply.com bee

    Kalo dahulu tuh seluruh mahluk ALLAH SWT hidup untuk beribadah kepada-NYA…pernah dengerkan kalo Iblis beribadah sampe ribuan tahun lamanya…(gak pegel tuh dengkul)! tapi makin kesini zaman semakin rumit dan ibadah semakin di ringkas, makanya waktu Nabi terima perintah untuk Shalat nabi minta DISCOUNT waktu ibadah menjadi 5 waktu, karena nabi tau kalau umatnya ga bakalan pada kuat kalo penawaran pertama dari ALLAH diterima oleh NABI, bisa dibuktikan sekarang, 5 waktu aja masih banyak yang bolooong bahkan sampe lupa/disengaja…ya Rabbana…ya Rabbana…semoga kita termasuk umat nabi MUHAMMAD yang dipilih oleh ALLAH SWT. Amieeen…

  • http://yesobamachanges.blogspot.com gratia

    saya pernah di tanya pertanyaan apa tujuan anda hidup. lanjut ia bertanya kalau anda meninggal anda kemana? surga atau neraka? apakah jawaban kita?
    C.s lewis pernah bilang orang yang banyak memikirkan surga kan memberikan banyak pada dunia.

  • http://yesobamachanges.blogspot.com gratia

    dulu saya juga di tanya pertanyaan tujuan hidupmu apa? emg susah menjawabnya tp…pertanyaan yang lebih banyak bikin orang pusing…
    setelah anda meninggal yakin masuk surga nggak?

    gratia´s last blog post..Obama in a week.

  • v3

    tuJuan hiDup amat menyulitkan, qT mencaRinYa , ya palIng hanYa bisa u/ satu bulan k depan atau tahin depan

  • http://anggahendra.com angga hendra

    tujuan hidup??itu penting bgt..
    klo ga ada tujuan hidup, ngapain hidup…:D

  • http://internetmarketing21.com/stop-dreaming-start-action Stop Dreaming Start Action

    yang jelas tujuan hidup manusia adalah untuk beribadah kepadaNYA
    STOP DREAMING START ACTITON

  • http://hidup-1.blogspot.com ferimalwa

    topik yg menginspirasi kita untuk tau apa tujuan hidup di dunia ini. betul kata start action diatas nih, beribadah kpd Nya, saya cuma nambahin ibadahnya tentu saja sesuai tuntunan 100% murni Al Quran dan hadis. sukses selalu :)

  • Ahmad Syaifudin

    Tujuan hidup manusia :
    1. Beribadah kepadaNya
    2. Membumikan kehendakNya (Al Quran)
    3. Mengharap keridhoanNya
    4. MentauhidkanNya (MengesakannNya)
    5. Mati Sahid/Hidup Mulia
    6. Bermal Shalih
    7. Masuk Surga
    8. Betemu Nabi Muhammad SAW
    8. Bertemu Allah di Surga
    9. Bertemu anda-anda yg beriman (ya Allah masukkan semua dalam surgaMu, Amin)
    9.

  • beny

    Tujuan hidup, hal yang sangat berguna unutk kita ketahui sejak dini. Saya setuju pertama adalah beribadah kepadaNya, tapi pertanyaannya apakah ibadah kita bisa memenuhi standart yang digariskanNya? Kita tahu bahwa kecenderungan manusia adalah berbuat dosa, sedangkan Pencipta kita adalah Roh adanya, kudus, suci dan mulia. Oleh sebab itu saya berkeyakinan apapun bentuk ibadah kita tidak akan dapat memenuhi standartNya. Perbuatan baik maupun amal ibadah kita sangat terbatas, oleh sebab itu marilah kita hanya berharap kepada kemurahanNya untuk selalu menuntun dan mencerahkan kita sehingga kita dituntun ke jalan yang benar, sesuai dengan yang tunjukkanNya. Pepatah mengatakan “manusia berusaha tapi Tuhan yang menentukan”.

  • http://WebsiteAnda(TidakHarus) andry

    mudah2an..kita semua mengerti knp kita terlahir kedunia ini…..amin

  • anto

    Kalau orang gak tau asalnya dari mana, mana mungkin tau arah tujuannya ke mana?…. paling2 hanya tau tujuannya tapi gak tau harus kemana ? … barat….timur kekiri atau ke kanan ?

  • http://dwiernawati09.student.ipb.ac.id dwi ernawati

    saat ini,, Qt hrs tw pa tujtuan hdp Qt, krna dengan mengetahui tujuan hdp ini arah Qt melangkah akan semakin jelas,, bukan sekedar hura-hura atw melewati waktu tanpa arti,, thnks y da menginspirasi saya,,,,

  • apoy nayaz

    Kalau kita menyadari memang benar kita diciptakan hidup hanya untuk ibadah, coba kita renungi isinya sholat sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanya untuk Allah. Janganlah puas Dengan Shalat Lima Kali Sebab Allah Memerintahkan kita untuk menjalankan Sholat Lima Waktu, yaitu sholat dan menjalankan isinya sholat.

  • http://www.doniiskandar doni iskandar

    saya setuju dengan pandangan anda. dalam intinya hidup harus mempunyai tujuan agar kita bisa tahu mana yang baik dan buruk. dan mana yang kita pilih. dan dari pilihan kita itu yang akan menentukan kemana bila kita suadah kembali ke kehidupan yang kekal nanti akan berada, juga saya ingin mengigatkan bahwa hidup di dunia ini hanya sebagai gladi resik untuk mencapai tujuan yang abadi

  • Panji

    Tujuan hdp mnsia.
    1. Menjadikan smua mnsia taat pd Tuhan.
    2.Beranak cucu n memeliharany di jln Tuhan.

  • Ismail

    sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam,
    Allah berkuasa, makhluk tiada kuasa, hidup dunia sementara akhirat selamanya.