Bukan Noordin M Top Yang Tewas – Kenapa Hujat Polisi?

August 14, 200920 komen

Setelah hasil DNA jenasah misterius yang mati pada pengepungan Temanggung keluar 2 hari lalu yang hasilnya menyatakan bahwa jenasah tersebut ternyata Ibrohim mantan Florist Hotel JW Marriot, bukan Noordin M Top! Selanjutnya banyak kalangan yang menghujat dan ngeyek polisi karena sesumbar bahwa mereka telah membunuh Noordin M Top.

Foto Pak Ibrohim Setelah membaca beberapa komentar di berbagai situs, yang isinya banyak memberi kritik pedas pada Polisi dan Dansus 88, saya kok jadi heran dan bingung, karena sejak kapan pihak kepolisian menyatakan dengan pasti bahwa orang yang mereka kepung dan bunuh di Temanggung adalah Nurdin M Top? Kok saya gak pernah melihat di TV maupun baca disitus manapun bahwa Kepolisian menyatakan itu (bingung mode on, atau ada berita yang terlewatkan oleh saya?).

Dan keberadaan Ibrohim di rumah itu sedang dalam masa pingitan untuk menjadi sukarelawan melakukan bom bunuh diri di Cikeas menurut laporan Kadiv Humas Markas Besar Polri Irjen Nanan Soekarna.

Bukannya pihak yang selalu lantang dan pasti menyatakan bahwa orang yang dikepung dan tebunuh di Temanggung adalah Noordin M TOP ialah TV One & Metro TV? Ke 2 stasiun inilah yang meliput drama pengepungan Temanggung dari awal hingga tuntas, dan selama tayangan berlangsung, reporter-reporter mereka tidak henti-hentinya mendoktrin bahwa orang di rumah itu adalah Noordin M Top, sehingga masuk deh ke alam bawah sadar kita dan akhirnya ketika sekarang ternyata jenasah tersebut bukan Noordin, kePolisian lah yang dijadikan sasaran kritik.

Sejauh pengetahuan saya pihak kepolisian tidak pernah menyatakan dengan resmi atau dalam bentuk apapun bahwa orang tersebut adalah Noordin. Jadi aneh menurut saya kalau polisi di hujat.

Atau ada berita yang saya lewatkan pada kasusu ini?

See you again!

Google
  • http://jimbunrockstars.mediaqu.com Estiko

    Tapi, menurutku bukan polisi yang salah. Tapi pemberitaan di media yang memberitakan bahwa Noordin yang diduga tewas, tapi dalam kondisi belum ada keterangan resmi dari polisi. Jadi, kita tidak bisa menyalahkan polisi.

  • http://blogcikal.co.cc/ Jajang

    Memang benar, sekarang media terlalu berlebihan bahkan kadang mendahuli polisi supaya mereka bisa dibilang media terupdate kali ya…? ^_^

  • http://rismaka.net/ rismaka

    Iya, lucu juga ya orang Indonesia, selalu menyalahkan. Mirip komentator sepakbola jadinya :D

    Saya stuju sama estiko, bahwa yang mesti disalahkan adalah pemberitaan dari kebanyakan media yang 100% mengklaim bahwa rumah yang diserbu kemarin terdapat Noordin. Tapi herannya kok banyak kalangan yang notabene “berpendidikan” mudah terpengaruh dan ikut2an menyalahkan kepolisian yach.. sungguh suatu fenomena yang aneh :lol:

  • http://tongkonanku.blogspot.com Tongkonan

    Media memang terkadang berlebihan dalam memberitakan sesuatu. Mereka terlalu mudah percaya pada sumber2 yang tidak jelas. Atau kah ini efek dari moto media yang selalu ingin menjadi yang pertama dalam memberitakan suatu peristiwa?

  • http://blogiologi.com abbie

    First of all,
    Selamat dlu bt Artemianya. Br tau skrg klo ganti kulit. :D

    Sy mmg tdnya yakin juga klo itu Nurdin ‘Ndak’ Top.
    Terlalu percaya tv kali ya?
    Tp kemudian ketika Hendropriyono berani taruhan klo itu bukan Nurdin,
    sy jd ragu jg. Secara dianya yg ex Ka-BIN itu.

    IMO, mstnya kt ttp kasih apresiasi yg tinggi ke Densus88.
    Meskipun ttp jg pny usulan: lain kali hrs kena ya Nurdinnya. ;)

  • http://Www.ariefmaulana.com Arief Maulana

    Well, bener bgt mas abi. Justru seharusnya qta say thanx k polisi.

    Paling tdk sbagian dr team teroris udah mereka lumpuhkan, walau pentolannya belum.

    Kita mesti belajar menghargai usaha mereka. Dan… Kenali karakter media qta. Suka cari sensasi.

    Salam Sukses

  • http://gemar-belajar-online.blogspot.com/ belajar online

    Ya begitulah sebagai media maunya beritanya laris… kalo bisa digembar-gemborin supaya acaranya laku keras…

  • http://khai.yehia.org/ khairuddin syach

    sepengetahuan gw yang bilang bahwa yang terbunuh itu adalah TVOne bukan Polri. Sebelum test DNA dilakukan Polri tak pernah memberikan pernyataan bahwa yang terbunuh itu adalah Nurdin. jadi tak ada alasan utk menghujat Polri *setuju sama Abi*

  • http://gapteks.blogspot.com herry

    Selepas dari pernyataan polisi, ada pernyataan yg kayaknya musti mendapat perhatian serius.

    Buat yang rajin ngikuti beritanya d metro tv, pasti kalian dah pada tahu pernyataan dari mantan anggota JI, “polisi kurang serius dlm perburuan nordin m top, pdhl nordin m top tdk sehebat yg kapolri kira”

    Ditambah lg yg mengeluarkan statemen tsb org yang pernh dekat dgn Nordin, nah pastinya dia tahu si nordin ini spt apa,..

  • http://penguinkribo.blogspot.com Penguin Kribo

    wah..parah deh, kepolisian aja waktu itu bilangnya harus nunggu tes DNA dulu untuk membuktikan apakah itu benar2 Noordin atau bukan, ga pernah tuh ada dari pihak kepolisian yang menyatakan itu MEMANG Noordin. Ternyata banyak yang ga jeli dan banyak yang tidak tahu terima kasih kepada para Polisi yang telah bekerja keras.

  • http://abdulcholik.com Pakde Cholik

    Itulah media mas, ini tehnik untuk memancing massa agar sticky di media itu sehingga ratingnya naik. Saya juga menyaksikan baha Kapolri belum bisa mengumumkan nama jenasah sebelum keluar hasil test DNA.
    Tetapi ya itulah, watak bangsa kita, sudah berbuah. Dari bangsa yang di cap ramah tamah, menjadi bangsa pemarah, gampang membakar orang, memotongi orang dan gampang menghujat orang lain.

    Btw, saya harus menjadikan blog ini sebagai asrama deh, artikelnya mantap-mantap.
    Makasih mas.

    Salam hangat dari Surabaya mas.

  • http://www.bambosi.com/article/bisnis-property-tanpa-modal Bisnis Online

    la wong dah jelas banget kalo polisi bilang itu diduga noordin, bukan dipastikan noordin kok..

  • http://www.chodirin.or.id chodirin

    sebenarnya polisi hanya menduga2 bahwa itu noordin M top, tetapi sudah diucapkan dimana2. jadi wartwan malas kalo cumaa ditulis “menduga2″ saja. kurang seru. langsung sebut aja noordin m top.

    emang polisinya ngawur kok. masak nggak bisa mngira2 jumlah 4 orang dg 1 orang. http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/08/00523181/Di.Dalam.Rumah.Ada.Sekitar.Empat.Orang

  • http://kangnawar.com/opini-saya/fenomena-bom-bunuh-diri Munawar AM

    Jika Ibrohim alias Boim tidak keburu terbunuh oleh Densus 88, Florist yang nyambi jadi Teroris itu mungkin sedang bersiap-siap untuk melancarkan serangan Bom Bunuh Diri ke kediaman SBY di Cikeas Bogor, atau sedang mempersiapkan diri untuk menyerang Istana Negara bertepatan dengan peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI 2009. Tapi, takdir berkehendak lain.

    <>

  • http://suhanto.com Agus Suhanto

    posting yang menarik Saya Agus Suhanto,
    nyampe di blog ini dari mbah bing.
    Salam kenal ya… sorry numpang thread comment posting ini

  • http://frisinside.co.cc Fris

    ya bener mas…seharusnya kita bangga akan prestasi polisi Indonesia. Dari pada nggak ada anggota gembong teroris yg tertangkap. Kemaren keren juga lihat video penagkapannya. Seperti di Film-film FBI .salut buat Densus 88 dn Polri

  • http://noveerasjid.blogspot.com nop

    lalu apa yg dikatakan TV One & Metro TV utk klarifikasi..?
    heheee.. soal nya setau saya stasiun TV suka cuci tangan..
    terkadang mereka yg menayangkan acara ga layak tayang, setelah berimbas negatif ke masyarakat, mereka juga yg teriak2 prihatin..
    hahaaa.. ya gitu deh.. :D

  • Herliyuni

    Seharusnya para penghujat kepolisian atau dansus 88, gak boleh gt donk. Biarpun ternyata bukan nordin,tapi kan ibrohim juga teroris,paling nda kan kerja polisi gak sia2,lagian kalo nonton berita live spti pengepungan ibrohim kemarin,jangan terlalu tegang dunk,sambil ngemil ke’, apa yg dibilang media percaya aja. Emang media sendiri tau,liat, yang didalam tu sapa. Liat aja pertanyaan penyiar ke wartawan dilapangan,selalu mengharapkan jawaban yang pasti,dah tau masih dikepung,pake dibom lagi,terus terorisnya bilang dia noordin, eeh lgsg percaya. Gue aja yg nonton cuma bilang…ah bo’ong lu… Hehe….

  • http://jokosupriyanto.com geblek

    nangkep salah, ndak nangkep apalagi
    inilah realita negeri ini

  • http://hariprasetyo19.blogspot.com Hari85

    Ya itulah Indonesia, dimana medianya kadang masih salah kaprah bahwa berita itu harus benar2 update dengan mengesampingkan nilai2 jurnalistiknya(saya dulu juga seorang wartawan).