Setelah bertubi-tubi kita dikejutkan oleh kasus formalin pada makanan, kemudian beredarnya ayam tiren (mati kemarin), lantas daging babi celeng yang dicampur daging sapi. Sekarang buah-buahan pun tidak luput dari tangan-tangan jahil yang hanya mengutamakan untung dari pada keselamatan nyawa manusia.
Seperti biasa, kejahatan ini bermotif untung-rugi, karena menggunakan bahan formalin ini dapat mengawetkan buah hingga 1 bulan, lain halnya jika tanpa formalin buah akan busuk dan tidak fresh hanya dalam waktu 4 hari di alam terbuka. Untuk mengatasi problem ini, oknum distributor buah-buahan mengambil jalan pintas dengan formalin, apalagi untuk memperoleh formalin cukup mudah.
Tadi ketika saya menyaksikan tayangan beritanya di Trans TV, diperlihatkan bagaimana oknum distributor ini meramu formalin kemudian menyemprotkannya kepada buah-buahan. Mereka menuangkan formalin (menurut takeran mereka) ke dalam ember yang telah berisi air kemudian diaduk setelah larut (formalin ini zat kimia formaldehid yang mudah larut dalam air) dituangkan kedalam alat penyemprot, setelah itu disemprotkan air yang telah tercampur formalin itu ke buah-buahan. Kejadian ini mereka lakukan saat malam hari, setelah toko tutup.
Dan ketika disorot kamera memang buahan ini menjadi segar dan warnanya pekat. Buah-buahan yang mereka semprotkan formalin ini adalah anggur, pear (pir) dan apel alasannya karena buah-buah ini berkulit tipis sehingga sangat mudah busuk.
Namun anehnya setelah begitu maraknya kasus formalin pada makanan, untuk mendapatkan formalin masih terbilang mudah. Ada sebuah toko kimia yang hanya meminta KTP dari sipembeli untuk dicatat, sebagai antisipasi jika nanti ada penyalah gunaan pemakaian, sehingga si pembeli dapat dideteksi.
Dan diduga penyebaran buah yang terinfeksi formalin ini tidak hanya pada pasar tradisional, tapi juga terdapat pada super market elit yang menjual buah. Sebagai informasi dampak formalin ini jika terakumulasi di dalam tubuh bisa menyebabkan iritasi lambung, diare, muntah bahkan kanker dan kematian.
Wah kalau begini caranya, kita harus makan apa nih? Makan hati aja kali!
Silahkan Bagikan Artikel Ini Kepada Dunia:
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
Saturday, July 14th, 2007 | Berita with
Feedburner dengan RSS |
Update lewat Email |
sama… td saya jg nonton, buah yg seharusnya mnjd makanan sehat bg makhluk hidup malah bisa bikin kita tepar XP ..
[Reply]
iya tuh.. buah yang harusnya membuat manusia sehat, malah membawa manusia ke RS ataw ke liang kubur! Hanya karena uang.
[Reply]
sudah terlalu banyak orang sinting dinegri ini
[Reply]
OwmaiGad! jadi gimana dong…
adakah solusi nya selain harus nanem sendiri, secara lahan disini hanya se iprit…
[Reply]
@max, yup orang sinting yang doyan membahayakan nyawa manusia.
@novee, jangan khawatir menurut berita buah-buahan yang disemprot hanya buah2 an impor, dan jenisnya hanya pir, apel dan anggur.
[Reply]
aku harus khawatir karna aku suka jus apel…
harus nya besok2 kl mo pake formalin mah anggur aja tuh, secara aku ga suka anggur karna tiap makan anggur leher ku gatel
*lho koq jd curhat…*
[Reply]
wah repot juga yah. tapi menurut berita kalau apel lokal ga kena formalin kok, apel lokal aja dijuzz..hehehe
[Reply]
ya udah terlalu banyak orang “gila” di negri ini,ditambah pemerintah sibuk politik terus……mana mikirin yang kayak gini ya…..cape ..dech
[Reply]
hukum mati aja tuh orang!!!
[Reply]
@Imam itulah repotnya hidup dibawah naungan pemerintah yng kurang (atau sama skali tidak) bertanggung jawab.
@ ghope wuiih galak nt…hehehe
[Reply]
makan dodol aja
[Reply]
JANGAN SALAHKAN OKNUMNYA…SALAHKAN PEMERINTAHANNYA…coba aja kalo ekonomi kita lancar…ga ada tuh kasus kayk gitu!
Kreatif sih kreatif, tapi buat kepentingan sendiri sama aja BODONG.
[Reply]
@lack, boleh juga tuh, mari kita ke garut:))
@bee, sama2x salah sih menurut saya, kenapa pula tuh oknum mo buat jahat?
[Reply]