
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog SEO &#38; Dunia Berita &#187; Kritik Liberal</title>
	<atom:link href="http://abibakarblog.com/category/kritik-liberal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abibakarblog.com</link>
	<description>Dikusi SEO dan SEO Tips Juga Mengangkat Berita Terkini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 08:00:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pengertian Ilmaniah atau Sekularisme</title>
		<link>http://abibakarblog.com/kritik-liberal/pengertian-%e2%80%98ilmaniah-atau-sekularisme/</link>
		<comments>http://abibakarblog.com/kritik-liberal/pengertian-%e2%80%98ilmaniah-atau-sekularisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 07:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abi Bakar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kritik Liberal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abibakarblog.com/uncategorized/pengertian-%e2%80%98ilmaniah-atau-sekularisme/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum kita bicara tentang ‘Ilmaniah (Sekularisme) kita harus mengetahui terlebih dahulu maknanya secara detail. Sebab kata ahli ilmu logika; Menghukumi sesuatu merupakan bagian dari pemahaman tentangnya. Terutama istilah-istilah seperti ini jika kita tidak memberikan batasan yang jelas dan detail, maka setiap orang akan menginterpretasikannnya dengan semaunya. Ilmaniyah adalah terjemahaan ke bahasa Arab yang salah dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum kita bicara tentang <em>‘Ilmaniah</em> (<em>Sekularisme</em>) kita harus mengetahui terlebih dahulu maknanya secara detail. Sebab kata ahli ilmu logika; Menghukumi sesuatu merupakan bagian dari pemahaman tentangnya. <span id="more-74"></span></p>
<p>Terutama istilah-istilah seperti ini jika kita tidak memberikan batasan yang jelas dan detail, maka setiap orang akan menginterpretasikannnya dengan semaunya.</p>
<p><img class="alignright" style="border: 0pt none;" title="Simbol Ateis, Simbol Ateisme, Atheism Symbol, Atheist Symbol" src="http://4.bp.blogspot.com/-048cttxq26k/TtH0maQviwI/AAAAAAAAAdY/q3T8HDWBsLw/s320/Simbol%2BAteisme%252C%2BSimbol%2BAteis%252C%2BAteis%2BSimbol.png" border="0" alt="Simbol Ateis, Simbol Ateisme, Atheism Symbol, Atheist Symbol" width="164" height="162" /></p>
<p><em>Ilmaniyah</em> adalah terjemahaan ke bahasa Arab yang salah dari kata <em>seculerism</em> dalam bahasa Inggris, atau <em>secularit/secularique</em> dalam bahasa Perancis, adalah suatu istilah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kata ilmu.</p>
<p>Dalam bahasa Inggris atau bahasa Perancis, <em>ilmu </em>berarti <em>science</em>, dan alirannya disebut: Scientism. Sedangkan penisbatan kepada <em>ilmu</em>, kita mengatakannya dengan <em>scientific</em>, sedangkan dalam terminologi bahasa Perancis disebut <em>Scientifique</em>.</p>
<p>Adanya imbuhan <em>Alif </em>dan <em>Nun</em> pada kata <em>Alim</em> dalam bahasa Arab adalah bersifat <em>Sima’i</em> untuk penisbatan, seperti kata <em>Rabbani</em> penisbatan kepada <em>Rabb</em> yang akhirnya muncul kata-kata seperti <em>Ruhani</em>, <em>Nafsaniy</em> dan sebagainya. Lalu muncul pula kata-kata seperti <em>‘Aqlaniy</em>, <em>Syakhsany</em> dan <em>‘Ilmany</em>.</p>
<p>Bahasa Arab yang benar dari <em>Secularism</em> atau <em>Secularit</em> itu adalah <em>Laa Diniyah</em> atau <em>Dunyawiyah</em> yang maknanya tidak hanya lawan Ukhrawi saja tetapi memiliki makna lebih spesifik lagi yakni: <em>sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan dien/agama</em>, atau: <em>Sesuatu yang hubungannya dengan agama adalah sebagai lawan</em>.</p>
<p>Diterjemahkannya kata <em>Secularism</em> atau <em>Secularit</em> ke dalam bahasa Arab dengan <em>‘Ilmaniah</em> atau <em>“Almaniah</em> karena penerjemahnya tidak memahami kata-kata <em>“dien”</em> dan <em>“ilmu”</em> dengan makna yang sebenarnya melainkan memahaminya dengan pemahaman Barat Masehi, dimana kedua kata ini (dien dan ilmu) bagi mereka adalah dua hal yang bertentangan. Yakni sesuatu yang bersifat agama tidaklah berkaitan dengan ilmu begitu juga sebaliknya. Dengan kata lain ilmu dan akal merupakan lawan agama.</p>
<p>Ungkapan yang benar terhadap kata-kata Sekularisme ini adalah tampak pada apa yang disebutkan dalam sejumlah kamus dan ensiklopedia asing.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Ensiklopedi Britania misalnya</span>, menyebutkan bahwa <em>“sekularisme”</em> adalah sebuah gerakan kemasyarakatan yang bertujuan memalingkan dari kehidupan akhirat dengan semata-mata berorientasi kepada dunia. Gerakan ini dilancarkan karena pada abad-abad pertengahan, orang sengat cenderung kepada Allah dan hari akhirat dan menjauhi dunia.</p>
<p><em>Sekularisme</em> tampil untuk menghadapinya dan untuk mengusung kecendrungan manusia yang pada abad kebangkitan, orang menampakkan ketergantungan yang besar terhadap aktualisasi kebudayaan dan kemanusiaan dan kemungkinan terealisasinya ambisi mereka terhadap dunia.</p>
<p>Lalu orientasi kepada sekularisme yang merupakan gerakan perlawan terhadap agama dan ajaran Masehi terus berlanjut di celah-celah sejarah modern seluruhnya.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Kamus Dunia Baru oleh Wipster</span> merinci makna Sekularisme dengan menyebutkan sebagai berikut, Yaitu:</p>
<p>Semangat Keduniaan atau orientasi “duniawi” dan sejenisnya. Secara khusus adalah undang-undang dari sekumpulan prinsip dan prakterk (practices) yang menolak setiap bentuk keimanan dan ibadah.<br />
Keyakinan bahwa agama dan urusan-urusan gereja tidak ada hubungannya sama sekali dengan soal-soal pemerintahan, terutama soal pendidikan umum.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Kamus Oxford</span> menyebutkan sebagai berikut,</p>
<p><em>Sekularisme</em> artinya bersifat keduniaan atau materialisme, bukan keagamaan atau keruhaniaan. Seperti pendidikan sekuler, seni atau musik sekuler pemerintahan sekuler, pemerintahan yang bertentangan dengan gereja.</p>
<p><em>Sekularisme</em> adalah pendapat yang mengatakan bahwa agama tidak layak menjadi fondasi ahlak dan pendidikan.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Sementara Kamus Internasional Modern</span> ketiga menyebutkan:</p>
<p><em>Sekularisme</em> ialah suatu pandangan dalam hidup atau dalam satu masalah yang berprinsip bahwa agama atau hal-hal yang bernuansa agama tidak boleh masuk ke dalam pemerintahan, atau pertimbangan-pertimbangan keagamaan harus dijauhkan darinya. Maksudnya adalah: Politik sekuler murni dalam pemerintahan, misalnya yang terpisah sama sekali dari agama.</p>
<p><em>Sekularisme</em> juga adalah undang-undang akhlak sosial yang berlandaskan pemikiran yang mewajibkan ditegakkannya nilai-nilai prilaku dan moral menurut kehidupan modern dan solidaritas sosial tanpa memangdang kepada agama.</p>
<p>Adapun seorang orientalis bernama Arberriy dalam bukunya, <em>Ad-Dien fi Asy-Syarqi Al-Awsath</em>, mengatakan berkenaan dengan sekularisme sebagai berikut,</p>
<p>Materialisme sekuler dan humanistik serta aliran naturalisme semuanya merupakan bentuk dari sekularisme sebagai ciri khas Eropa dan Amerika yang fenomenanya tampak di Timur tengah. Ia tidak membuat satu model pun dalam filsafat atau etika tertentu? Contoh utamanya adalah pemisahan agama dari pemerintahan pada Republik Turki.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Kesimpulan</span></p>
<p><em>Sekularisme</em> ialah memisahkan agama dari kehidupan individu atau sosial dalam artian agama tidak boleh ikut berperan dalam pendidikan, kebudayaan maupun dalam hukum.</p>
<p>Dengan kata lain: <em>Sekularisme</em> ialah memisahkan Allah Ta’ala dari hukum dan undang-undang mahluk-Nya. Allah tidak boleh ikut mengatur mereka seakan-akan tuhan mereka adalah diri mereka sendiri, berbuat sesukanya dan membuat hukum sesuai seleranya.</p>
<p>Dengan demikian, <em>sekularisme</em> sangat berlawanan dengan syariat Islam, karena Islam punya tugas mengeluarkan manusia dari kepungan hawa nafsunya menuju tuntunan Ilahi.</p>
<blockquote><p><span style="font-weight: bold;">Allah Azza wa Jalla berfirman</span>,</p>
<p>Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (Al Jaatsiyah, 45 : 18).</p>
<p>Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesung- guhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesung- guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Al Qashash 28: 50).</p></blockquote>
<p>Pertentangan dan kontradiksi ini semakin jelas bahwa <em>syari’at Islam</em> merupakan <em>manhaj yang syamil</em> (komprehensif) yang mencakup seluruh aspek khidupan manusia, baik individu, masyarakat, ruhani, jasmani, agama, politik, kebudayaan, ekonomi, regional dan internasional.</p>
<p><em>Syariat</em> Islam sebagaimana dituturkan oleh para ahli fiqih merupakan hakim pemutus untuk seluruh perbuatan dan tindak-tanduk manusia. <em>Sekularisme</em> pun tiada bedanya, ia ingin mengatur seluruh kehidupan manusia dengan pandangannya yang putus dengan langit, sehingga harus melawan agama.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">Pembagian <em>Sekularisme</em></span></p>
<p>Dari segi sikapnya terhadap agama, sekularisme sesuai dengan kenyataan dan apa yang dinyatakan oleh para ahli, yaitu terbagi dua:</p>
<p>1. <em>Sekularisme</em> yang Netral/Moderat<br />
2. <em>Sekularisme</em> yang agresif/Memusuhi agama<br />
<span style="font-weight: bold;"><br />
<em>Sekularisme</em> yang Netral/Moderat</span></p>
<p><em>Sekularisme</em> yang moderat adalah sekularisme liberal yang dianut oleh negara-negara Eropa/Barat dan Amerika. Negara-negara yang disebut dengan “Alam Bebas”. Negara-negara yang menggembar-gemborkan kebebasan dan hak asasi manusia secara umum, termasuk kebebasan beragama dan kebebasan manusia untuk komitmen terhadap.”</p>
<p>Menurut hemat penulis, yang namanya <em>sekularisme</em> itu tidak ada yang bersikap netral terhadap agama karena memisahkan agama dari arena kehidupan manusia bukanlah suatu kenetralan justru suatu sikap memusuhi agama. Sikap ini justru berpijak kepada tuduhan bahwa agama itu berbahaya, oleh karena itu harus disingkirkan. Pendidikan, pengajaran, kebudayaan, ilmu, undang-undang dan tradisi harus terpisah dari agama. Ini berarti tidak netral dan tidak disebut pasif.</p>
<p>Setiap pernyataan bahwa <em>sekularisme</em> bentuk ini lebih ringan ancamannya terhadap agama dibanding yang kedua, karena sekularisme jenis pertama ini tidak mendukung dan tidak memusuhi agama disampaikan begitu lantang dan tegas.</p>
<p>Pertanyaan seperti itu disampaikan begitu tegas mengandung makna bahwa setiap individu dapat menjalankan kewajiban agamanya yang bersifat pribdai dibawah kekuasaan <em>sekularisme</em> tersebut dan tetapnya masjid dan gereja serta tempat-tempat ibadah lainnya sebagai tempat ibadah mereka.</p>
<p><span style="font-weight: bold;"><em>Sekularisme</em> yang agresif Memusuhi Agama</span></p>
<p><em>Sekularisme</em> jenis ini adalah <em>sekularisme</em> Marxis yang dianut oleh Uni Soviet dan Rusia yang atheis serta negara lain yang sepaham.</p>
<p><em>Sekularisme</em> jenis ini sangat memusuhi agama dan berusaha untuk melenyapkannya termasuk membersihkannya dari dalam masjid atau gereja, karena agama bagi mereka adalah musuh yang bertentangan dengan pandangannya, oleh karena itu harus dikubur.</p>
<p>Sebagian <em>sekularisme</em> liberal dan yang menganggap dirinya penganut demokrasi meniru atau mengikuti <em>sekularisme</em> Marxis dengan memerangi agama dan membunuh pandangan-pandangannya.</p>
<p>Oleh Dr. Yusuf Qardhawi</p>
<div id="crp_related"><strong>Related Posts:</strong><ul><li><a href="http://abibakarblog.com/agama/hubungan-antara-aqidah-dan-syariat/" rel="bookmark" class="crp_title">Hubungan Antara Aqidah dan Syariat</a></li><li><a href="http://abibakarblog.com/agama/ahlak-terhadap-orang-kafir/" rel="bookmark" class="crp_title">Ahlak Terhadap Orang Kafir</a></li><li><a href="http://abibakarblog.com/agama/apakah-semua-manusia-adalah-khalifah-allah/" rel="bookmark" class="crp_title">Apakah Semua Manusia Adalah Khalifah Allah?</a></li><li><a href="http://abibakarblog.com/polemik/tidak-ada-kontradiksi-pada-kisah-nuh/" rel="bookmark" class="crp_title">Tidak Ada Kontradiksi Pada Kisah Nuh</a></li><li><a href="http://abibakarblog.com/polemik/jangan-mau-di-bodohi-oleh-propaganda/" rel="bookmark" class="crp_title">Jangan Mau Di Bodohi Oleh Propaganda</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abibakarblog.com/kritik-liberal/pengertian-%e2%80%98ilmaniah-atau-sekularisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salahkah Jika Muslim Merasa Paling Benar?</title>
		<link>http://abibakarblog.com/kritik-liberal/salahkah-jika-muslim-merasa-paling-benar/</link>
		<comments>http://abibakarblog.com/kritik-liberal/salahkah-jika-muslim-merasa-paling-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 19:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abi Bakar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kritik Liberal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abibakarblog.com/uncategorized/salahkah-jika-muslim-merasa-paling-benar/</guid>
		<description><![CDATA[Salahkah Jika Muslim Merasa Paling Benar? Saya pribadi tidak merasa keberatan jika ada pihak yang merasa dirinya paling bener, entah dia Kristen, Yahudi bahkan penyembah Setan sekalipun, toh kalau dia merasa yakin apa yang dianutnya, kenapa kita yang kepusingan? Bukankah iman sebenarnya ialah iman yang yang total? Jika fenomena paling benar ini dihubungkan dengan keberagamaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salahkah Jika Muslim Merasa Paling Benar?</p>
<p>Saya pribadi tidak merasa keberatan jika ada pihak yang merasa dirinya paling bener, entah dia Kristen, Yahudi bahkan penyembah Setan sekalipun, toh kalau dia merasa yakin apa yang dianutnya, kenapa kita yang kepusingan? Bukankah iman sebenarnya ialah iman yang yang total? Jika fenomena paling benar ini dihubungkan dengan keberagamaan segolongan orang, maka orang tersebut yakin 100% bahwa agama yang mereka anut dan sirat yang mereka tempuh ialah yang benar, yang lain salah/sesat dan kafir!<span id="more-61"></span></p>
<p>Saya rasa situasi seperti ini mencerminkan kejujuran, ketegasan dan sikap tidak munafik. Orang seperti ini tidak mau plintat-plintut dan tidak sungkan-sungkan menyatakan apa yang mereka yakini; ‘Isyhadu Bi Anna Muslimin!”. Lantas, kenapa pula harus di protes dan dipaksa untuk sama?</p>
<p>Sebagian rekan dari mazhab Liberal Indonesia (Ulil dkk) sering melontarkan kritik kepada kaum Muslim yang tidak ingin bermuka dua dalam beragama, bagi mereka golongan Muslim seperti ini tidak toleran dan tidak peka terhadap keragamaan iman yang ada di RI. Melihat kondisi Indonesia yang sarat akan keragamaan maka sudah sewajarnya, berbagai pihak tidak boleh mengklaim diri paling benar. Karena nantinya akan timbul ketidak harmonisan bagi hubungan lintas iman.</p>
<p>Ini repot, karena kadar keyakinan tiap orang terhadap imannya dipaksa berkurang hanya karena alasan keragamaan. Logika seperti ini bagi saya sungguh tidak ilmiah, karena tidak ada rujukan baik dari sisi teologi maupun historis Islam, bahwa seorang Muslim harus mengakui kebenaran agama lain hanya alasan keragamaan dan perbedaan iman. Lantas kawan-kawan dari mazhab Liberal ini mendapat masukan dan ide dari mana untuk ber- istimbat begini?</p>
<p>Kalau kita melihat sejarah hubungan antar Islam dan agama lain, maka tidak sekalipun kita temui peperangan terjadi dikarenakan umat agama lain tidak mengakui kebenaran agama umat Islam, atau sebaliknya. Namun motif ekonomi, politik dan self-defense lah yang memicunya.</p>
<p>Contohnya pada perang antara kaum Muslim dengan kaum Yahudi, apakah mereka berperang dikarenakan motif atas sikap yang tidak mau mengakui kebenaran pihak lain dan tidak peka keragamaan?</p>
<p>Tentu ashabul liberal tahu, pemicu terjadinya perang antara kaum Muslim dengan bani Qainuqa, Nadhir dan Qurayzah bukan dikarenakan umat Islam merasa paling benar atau sebaliknya umat Yahudi paling benar. Namun adanya pengkhianatan, tikam dari belakang dan pembatalan sepihak piagam Madinah yang mereka sepakati bersama.</p>
<p>Dan perang Salib pun terjadi, bukan karena motif klaim kebenaran, namun karena serbuan-serbuan klan Seljuk pada daerah-daerah kekesairan Byzantium (Romawi Timur), yang kemudian Kaisar Alexus Comnenus meminta bantuan Paus Urbanus II. Kaisar itu meminta bantuan Romawi Barat dari ancaman agresi bani Seljuk. Dan tak lupa agenda tersembunyi Paus saat itu yang ingin menyatukan gereja Yunani – Romawi. Dus, terjadilah darmawisata berdarah prajurit Salib dari dunia Barat ketanah kelahiran para nabi(dunia Timur) dan perang akbar yang berlangsung selama hitungan abad antara dunia timur vs dunia barat. Dan tragedi ini terjadi bukan KARENA KLAIM KEBENARAN.</p>
<p>Dan jikalau ditinjau dari sisi teologi Islam, maka anda tidak akan temukan satu ayatpun yang menyerukan umat Islam untuk mengakui kebenaran agama lain, pula mewajibkan perang terhadap mereka yang tidak seiman jika menolak mengakui kebenaran Islam!</p>
<p>Bahkan al Qur’an dengan tegas mengatakan Kafirlah bagi mereka yang mengatakan Isa ibn Maryam adalah Allah SWT;</p>
<blockquote><p>Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam&#8221;, padahal Al Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.&#8221; Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. [Al Maa'idah : 72]</p></blockquote>
<p>Begitupun kafir bagi mereka yang mengatakan Allah SWT adalah salah satu oknum trinitas;</p>
<blockquote><p>Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: &#8220;Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga&#8221;, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. [Al Maa'idah : 72]</p></blockquote>
<p>Begitupun murka Allah SWT terhadap bani Israil yang hobi merubah-rubah firman Allah SWT dan membubuhi kebohongan:</p>
<blockquote><p>Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui. [Al Baqarah 75]</p>
<p>Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga [Al Baqarah : 78]</p></blockquote>
<p>Dus, telah jelas mana jalan yang lurus dan sesat:</p>
<blockquote><p>Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat…[Al Baqarah : 256]</p></blockquote>
<p>Maka gagasan semua agama sama-sama membawa kebenaran yang dipropagandakan Ashbul JIL sama sekali tidak membawa manfaat apa-apa. Kecuali hanya menciptakan situasi yang mengada-ada dan menjadi mesin produktif untuk mencetak manusia-manusia bermuka dua.</p>
<p>Dan sudah seharusnya umat Islam menolak mengakui kebenaran maghddubi alaihim (orang-orang yang Allah murkai = Yahudi) dan dhallin (orang-orang yang sesat = Nasrani).</p>
<p>Wa Akhirul Kallam, Wassallam Mu Alikum Warrahmatullahi Wabbarakatuhhu&#8230;</p>
<blockquote><p>NB: Artikel ini bukan ditujukan untuk menyerang kaum Nasrani pula Yahudi, namun untuk mengevaluasi pendapat golongan liberal yang mengakui diri mereka sebagai Muslim dan saya mengevaluasinya dengan memakai perspektif Islam.</p></blockquote>
<div id="crp_related"><strong>Related Posts:</strong><ul><li><a href="http://abibakarblog.com/polemik/wajah-damai-dienul-islam/" rel="bookmark" class="crp_title">Wajah Damai Dienul Islam</a></li><li><a href="http://abibakarblog.com/polemik/situs-situs-durjana-para-anti-islam/" rel="bookmark" class="crp_title">Situs-Situs Durjana Para Anti Islam</a></li><li><a href="http://abibakarblog.com/agama/ahlak-terhadap-orang-kafir/" rel="bookmark" class="crp_title">Ahlak Terhadap Orang Kafir</a></li><li><a href="http://abibakarblog.com/polemik/jangan-mau-di-bodohi-oleh-propaganda/" rel="bookmark" class="crp_title">Jangan Mau Di Bodohi Oleh Propaganda</a></li><li><a href="http://abibakarblog.com/agama/islam-agama-yang-ekslusif-bukan-inklusif/" rel="bookmark" class="crp_title">Islam Agama Yang Ekslusif BUKAN Inklusif!</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abibakarblog.com/kritik-liberal/salahkah-jika-muslim-merasa-paling-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>


<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: abibakarblog.com @ 2012-02-10 13:11:50 -->
