Iya itulah satu-satunya alasan mengapa ada sebagian artis yang menentang dan tidak setuju keberadaan RUU Pornografi, karena khawatir sumber rejekinya dengan menampilkan bagian-bagian sensual tubuhnya akan mati. Artis jenis ini menurut saya tidak PD dengan kemampuan dirinya atau memang tidak punya kemampuan sebagai artis sehingga perlu tambahan yaitu dengan mengeksploitasi sensualitas dan menjajakan molek tubuhnya kepada publik agar sering mendapat order.
Maaf jika ada yang tidak setuju dengan paragraf diatas namun itulah yang saya amati. Sekarang mari kita bersama jujur pada diri sendiri, apakah cocok jika dunia tarik suara harus di sertai dengan joget-joget erotis dengan pakaian yang super sexy? Begitupun dunia film apakah cocok jika dibintangi dengan pemeran yang penampilan seperti mengajak penonton untuk bersetubuh dengannya di tempat itu juga? (Maksudnya film-film yang memang bukan bertema porno/non xxx film:D)
Yang di nilai dari dunia tarik suara apa sih? Molek tubuh? goyangan membangkitkan gairah seksual penonton? Atau kualitas suara sang biduwan? Tentu kita bersama setuju modal utama ialah kualitas sang biduwan! Maka sangat tidak nyambung jika lagu dangdut di sertai dengan goyangan yang menjijikan dan memuakan macam yang ditampilkan Dewi Persik, Anisha Bahar dkk. Orientasi penikmat lagu dangdut akan berubah jadi ajang umbar nafsu jika mereka yang menyanyikannya.
Ada yang bilang itu semua kembali ke pribadi masing-masing kalau orangnya mempunyai fiktor (fikiran kotor) maka ia akan tergoda. Kalau gitu tujuan menikmati lagu untuk apa? Apakah sebagai ajang kendalikan hawa nafsu saat melihat Dewi Persik bergoyang mengumbar aurat dan Anisha Bahar meliuk-liuk bagai cacing kepanasan? Bull shit! Mana ada orang yang tidak akan tergoda jika melihatnya selama durasi lagu berakhir!
Jika anda lelaki normal dan mempunya kelamin yang masih berkerja dengan baik, maka saya sarankan menonton mereka dan perhatikan hingga lagu berakhir, pastilah anda horny:)). Buktinya banyak yang tergoda, apakah mereka fiktor? Yah gimana tidak mau fiktor jika di beri hidangan amoral seperti itu?
Sebenarnya dunia seni malah ternodai dengan keberadaan artis-artis jenis ini, karena dunia seni tarik suara dan seni peran telah mereka geret dengan paksa kedalam dunia seni tarik suara amoral dan seni peran cabul!
Jadi alasan utama memanglah artis-artis berjenis ini tidak mempunyai kecakapan sebagai artis sehingga untuk popular dan mendapat banyak order maka kelebihan yang Allah SWT beri yaitu tubuh sexy-nya di jadikan komoditi tambahan untuk menjual diri kepada penonton.
Sekian & Sampai Jumpa di posting berikutnya!
[poll id="3"]
Update: Pengumuman: Bagi semua rekan yang telah komen dan memberi voting di artikel ini. namun sekarang komentar anda tidak muncul, maka silahkan baca : Baca Posting ini.
Silahkan Bagikan Artikel Ini Kepada Dunia:These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
“pada akhir zaman nanti akan ada sebagian umat yang menghalalkan khamr, judi, dan musik” (maaf kalo ada kesalahan)
tambah lagi nih: “kelemahan kaum lelaki adalah pada harta dan wanita”, hmmmmm… kali aja mereka memanfaatkan kelemahan kaum pria , hrhehehehe
(maaf lagi kalo sok tahu, hehehe)
No Comment. Soale koment ataupun nggak, ini tetap kontroversif. Paling ane cuman bilang; saya punya anak cewek. Gimana rasa hati saya kalo anak saya jadi artis tetapi ngumbar aurat? Rasanya saya bilang wajar jika saya (maaf) sekali lagi maaf hidup dan berbudaya hawai. Tetapi kalo saya hidup dilingkungan tempat tinggal saya sekarang… No Commnet
mencoba utk memiliki sikap: menuruti norma agama saja, bukan budaya atau tempat hidup yang kita tinggali. Jika menurut agama, itu tidak patut, maka tinggalkanlah.
termasuk menyaksikan yg begitu-begitu.
Sebagai perempuan, sangat miris apabila kaum hawa selalu dipojokkan juga sebagai penyebab rusaknya aklak “manusia” negeri ini. Sebelum berbicara mengenai kaum perempuan, ingatlah dulu kita dilahirkan oleh perempuan yang notabene adalah ibu kita sendiri. Hargailah ibumu terlebih dahulu, ingatlah kita masih memiliki nenek, istri, adik perempuan, saudara perempuan dan kita sebagai perempuan.
Erna pun jijik dan sedikit merasa terhina, Jijik melihat kemolekan tubuh perempuan dipertontonkan begitu apalagi didepan televisi yg pastinya banyak anak2x melihat dirumahnya dan merasa terhina karena perempuan “biang” penyebab rusaknya aklak generasi muda.
RUU seharusnya ada dan secepatnya disetujui.
UU Pornografi wajib ada di negeri ini.
Hmm…saya setuju sama abi… bener juga sih emang banyak yang kaya gitu cuma ngandalin tubuh aja.. contohnya ya penyanyi dangdut yang di kampung2 itu… suara pas pasan tapi goyangnya… waw.. HOT hehhe… tp RUU APP ini kan bukan cuma ngatur itu ya bi, bagus juga si dengan RUU APP setidaknya bisa menyelamatkan generasi muda bangsa kita dari kerusakan moral… tapi semua kembali ke dalam diri masing2… kalau iman sudah kuat.. ya aman.. tp sebagai lelaki normal.. bener kata abi tuh sapa yang tahan liat goyangan anisa bahar?? huehehehe…. uda sekian dulu d
Masalah bernafsu apa tidak, menurut saya tergantung pada kebiasaan.
Di Indonesia, sebagian pria berpendapat kalo melihat dangdut yg semacam itu tidak membangkitkan gairah, karena mereka menganggap suatu hal yang biasa.
Sekarang mari kita bandingkan dengan jaman Nabi dulu, atau di negara2 Timur Tengah saat ini. Pria bisa sangat bergairah hanya dengan melihat rambut atau leher wanita. Karena wanita disana terbiasa tertutup rambut dan lehernya.
Lalu bandingkan lagi di Eropa, pria melihat wanita di pantai yang telanjang bulat, katanya sesuatu hal yang biasa.
Pengaruh pada tingkat pemerkosaan? Sama aja, disini ada, di eropa ada, dan di daerah timur tengah juga banyak.
Masalahnya sekarang bukan itu. Kalo sekarang wanita telanjang di pantai masih sangat tabu di Indonesia, bukan tidak mungkin 10 thn kedepan menjadi hal yang biasa dilihat jika tidak dari sekarang dicegah.
Jika anda seorang yang sangat menikmati pemandangan seperti itu silahkan menolak RUU Anti Pornografi.
Tapi jika anda seorang yang menjunjung tinggi nilai2 moral, silahkan bergabung dengan Abi Bakar untuk mendukung.
hmmmm…. kalau ane sih ikut aja om wekekekekek… kalau di sah ya Alhamdulliah ya kalau tidak ya ikut aja wekekekekekk….. asal masih dalam batas2 yang wajar aja….
saya pribadi tidak setuju dengan UU POrnografi ini, bukankan masalah pornografi adalah menyangkut moral? dan urusan moral adalah urusan antara kita dengan Tuhan, manusia tidak dapat mengaturnya…
Benar sekali memang urusan moral hanya antara kita dengan Tuhan ITU JIKA imbas/efeknya hanya untuk dirinya sendiri, misalnya saya melakukan jinah dengan seorang perempuan, nah hal tersebut tidak ber efek ke orang lain melainkan hanya saya sendiri dengan Tuhan, lalu kalo masalah tontonan amoral macam ini efeknya ke orang banyak dan disaksikan orang banyak pula, masa sih kita masih mengatakan itu tidak perlu diatur oleh manusia?
kalo saya sangat setuju RUU pornografi…malah kalo bisa dibredel tuh acara2 tv yang ngga bermutu…cuma ngerusak generasi muda aja…berantas pabrik miras dan diskotek…bukan masalah munafik atau ngga, tapi kita harus punya sikap dan menjaga supaya anak cucu kita terhindar dari hal2 seperti itu…
Klo mau ditanya saya mendukung ato tidak, ya saya setuju dgn UU Pornografi, tapiiiii…. sepertinya pasal2nya masih harus dicermati lagi, jangan sampai budaya2 daerah jadi impotent alias tidak bisa berkarya lagi (contoh yg paling gencar menolak disini adalah Bali). Penolakan ini mungkin krn kriteria “cara berpakaian” yang bisa mengundang syahwat. Padahal pakaian daerah utk tarian2 banyak yg hanya menggunakan “kemben” (penutup dada kebawah saja). Contoh lain, daerah Papua dengan koteka-nya, pasti dgn UU ini mereka dilarang berpakaian seperti itu, padahal itulah ciri khas budaya daerah mereka yg seharusnya dilestarikan.
Waaah, saya ngomong kepanjangan neh… pissss ah… (klo salah ngomong saya mohon dimaafkeun ya Kang Abi)
Blog ini memakai dofollow plugin dan commentluv plugin, oleh karena itu pastikan rekan menyertakan link saat berkomentar, sehingga link homepage dan link posting terakhir blog rekan mendapat bonus dari Google.
“pada akhir zaman nanti akan ada sebagian umat yang menghalalkan khamr, judi, dan musik” (maaf kalo ada kesalahan)
tambah lagi nih: “kelemahan kaum lelaki adalah pada harta dan wanita”, hmmmmm… kali aja mereka memanfaatkan kelemahan kaum pria , hrhehehehe
(maaf lagi kalo sok tahu, hehehe)
[Reply]
Abi Bakar Reply:
November 6th, 2008 at 7:58 pm
Betul mas! Kemaksiatan sekarang di halalkan hanya karena HAM dan kebebasan juga modernitas
[Reply]
haduh. kalo saia sih homo jadi gak ngefek (ya gak lah, wkwkwkwkwkwk, sumpeh, gak bangettt…. gw masih normal kok, 101% malah)
jadi memang itu mentolo and jijay banget gw leatnya! vote for obama!!!
he, auratnya itu lho!
[Reply]
hehehe kayanya asik nih ngeliatin antara yg tidak setuju dengan yg setuju.jadi penonton aja ah.soalnya ga mau jadi munafik om abi hehehe
[Reply]
feri Reply:
November 7th, 2008 at 12:45 am
Saya ngikut mas Ipanks aja deh…
gak mau ribut2. Makan gak makan yang penting ngumpul 
[Reply]
No Comment. Soale koment ataupun nggak, ini tetap kontroversif. Paling ane cuman bilang; saya punya anak cewek. Gimana rasa hati saya kalo anak saya jadi artis tetapi ngumbar aurat? Rasanya saya bilang wajar jika saya (maaf) sekali lagi maaf hidup dan berbudaya hawai. Tetapi kalo saya hidup dilingkungan tempat tinggal saya sekarang… No Commnet
[Reply]
saya juga ngikut arus aja lah.. palingan juga UU ini sekarang aja “garang” nya lama2 juga tenggelam kayak UU lain..
[Reply]
mencoba utk memiliki sikap: menuruti norma agama saja, bukan budaya atau tempat hidup yang kita tinggali. Jika menurut agama, itu tidak patut, maka tinggalkanlah.
termasuk menyaksikan yg begitu-begitu.
[Reply]
stojo mah klo saya, biar moral bngsa ni bisa mmbaik… cari duit cara halal bnyak gak hrus pake pamer tubuh
[Reply]
Sebagai perempuan, sangat miris apabila kaum hawa selalu dipojokkan juga sebagai penyebab rusaknya aklak “manusia” negeri ini. Sebelum berbicara mengenai kaum perempuan, ingatlah dulu kita dilahirkan oleh perempuan yang notabene adalah ibu kita sendiri. Hargailah ibumu terlebih dahulu, ingatlah kita masih memiliki nenek, istri, adik perempuan, saudara perempuan dan kita sebagai perempuan.
Erna pun jijik dan sedikit merasa terhina, Jijik melihat kemolekan tubuh perempuan dipertontonkan begitu apalagi didepan televisi yg pastinya banyak anak2x melihat dirumahnya dan merasa terhina karena perempuan “biang” penyebab rusaknya aklak generasi muda.
RUU seharusnya ada dan secepatnya disetujui.
UU Pornografi wajib ada di negeri ini.
Menunggu postingan selanjutnya.
[Reply]
Hmm…saya setuju sama abi… bener juga sih emang banyak yang kaya gitu cuma ngandalin tubuh aja.. contohnya ya penyanyi dangdut yang di kampung2 itu… suara pas pasan tapi goyangnya… waw.. HOT hehhe… tp RUU APP ini kan bukan cuma ngatur itu ya bi, bagus juga si dengan RUU APP setidaknya bisa menyelamatkan generasi muda bangsa kita dari kerusakan moral… tapi semua kembali ke dalam diri masing2… kalau iman sudah kuat.. ya aman.. tp sebagai lelaki normal.. bener kata abi tuh sapa yang tahan liat goyangan anisa bahar?? huehehehe…. uda sekian dulu d
[Reply]
saya ndak setuju ruu antipornography,, pemerintah aya aya wae..
[Reply]
loh,,komen saya tadi kok ndak muncul yah
[Reply]
Masalah bernafsu apa tidak, menurut saya tergantung pada kebiasaan.
Di Indonesia, sebagian pria berpendapat kalo melihat dangdut yg semacam itu tidak membangkitkan gairah, karena mereka menganggap suatu hal yang biasa.
Sekarang mari kita bandingkan dengan jaman Nabi dulu, atau di negara2 Timur Tengah saat ini. Pria bisa sangat bergairah hanya dengan melihat rambut atau leher wanita. Karena wanita disana terbiasa tertutup rambut dan lehernya.
Lalu bandingkan lagi di Eropa, pria melihat wanita di pantai yang telanjang bulat, katanya sesuatu hal yang biasa.
Pengaruh pada tingkat pemerkosaan? Sama aja, disini ada, di eropa ada, dan di daerah timur tengah juga banyak.
Masalahnya sekarang bukan itu. Kalo sekarang wanita telanjang di pantai masih sangat tabu di Indonesia, bukan tidak mungkin 10 thn kedepan menjadi hal yang biasa dilihat jika tidak dari sekarang dicegah.
Jika anda seorang yang sangat menikmati pemandangan seperti itu silahkan menolak RUU Anti Pornografi.
Tapi jika anda seorang yang menjunjung tinggi nilai2 moral, silahkan bergabung dengan Abi Bakar untuk mendukung.
Saya, memilih Abstain…
[Reply]
hmmmm…. kalau ane sih ikut aja om wekekekekek… kalau di sah ya Alhamdulliah ya kalau tidak ya ikut aja wekekekekekk….. asal masih dalam batas2 yang wajar aja….
[Reply]
saya pribadi tidak setuju dengan UU POrnografi ini, bukankan masalah pornografi adalah menyangkut moral? dan urusan moral adalah urusan antara kita dengan Tuhan, manusia tidak dapat mengaturnya…
[Reply]
Abi Bakar Reply:
November 9th, 2008 at 1:11 am
Benar sekali memang urusan moral hanya antara kita dengan Tuhan ITU JIKA imbas/efeknya hanya untuk dirinya sendiri, misalnya saya melakukan jinah dengan seorang perempuan, nah hal tersebut tidak ber efek ke orang lain melainkan hanya saya sendiri dengan Tuhan, lalu kalo masalah tontonan amoral macam ini efeknya ke orang banyak dan disaksikan orang banyak pula, masa sih kita masih mengatakan itu tidak perlu diatur oleh manusia?
[Reply]
kalo saya sangat setuju RUU pornografi…malah kalo bisa dibredel tuh acara2 tv yang ngga bermutu…cuma ngerusak generasi muda aja…berantas pabrik miras dan diskotek…bukan masalah munafik atau ngga, tapi kita harus punya sikap dan menjaga supaya anak cucu kita terhindar dari hal2 seperti itu…
salam…
http://agunawanika.co.cc
[Reply]
sy g stju ma uu app,prcm dbuat UU,cm buang2 wkt n uang ngara.toh slm ni bnyk UU,tp te2p dlnggr,bhkn yg bkin pun nglnggar
[Reply]
Perasaan… kemarin tulis sesuatu disini….

Kok, ilang ya…?
BTW, Mas Abi dah terima gambar blog Mas Abi & Blog saya yang aku lihat pake IE ?
[Reply]
Ooo… gara-gara si Hyperwebabal-abal itu lagi, ya…?

[Reply]
iya.. stlh vote tnyata cuma 16 ya..
masa nentuin sikap ajah no koment.. aneh bener
bilang ajah stuju ato ngga, coz ga ada tuh yg namanya abu2
pizzzz
[Reply]
saya setuju.
[Reply]
Klo mau ditanya saya mendukung ato tidak, ya saya setuju dgn UU Pornografi, tapiiiii…. sepertinya pasal2nya masih harus dicermati lagi, jangan sampai budaya2 daerah jadi impotent alias tidak bisa berkarya lagi (contoh yg paling gencar menolak disini adalah Bali). Penolakan ini mungkin krn kriteria “cara berpakaian” yang bisa mengundang syahwat. Padahal pakaian daerah utk tarian2 banyak yg hanya menggunakan “kemben” (penutup dada kebawah saja). Contoh lain, daerah Papua dengan koteka-nya, pasti dgn UU ini mereka dilarang berpakaian seperti itu, padahal itulah ciri khas budaya daerah mereka yg seharusnya dilestarikan.
Waaah, saya ngomong kepanjangan neh… pissss ah… (klo salah ngomong saya mohon dimaafkeun ya Kang Abi)
[Reply]
hehe.. siapa tahu sehabis ada uu antipornografi ini, dewi persik banting stir jadi qori’ah.
kalo gitu kan jadi dilirik lagi sama bang ipul, biar gakjadi “janda goyang duyu” lagi.
[Reply]