Jika boleh meminjam perkataan William Montgomerry Watt bahwa, “Tiada tokoh besar dalam sejarah yang paling banyak difitnah selain Nabi Muhammad (Saw)”. Ia benar dan saya pribadi setuju dengan kata-katanya, memang tokoh sentral umat Islam inilah tokoh dunia yang paling banyak menuai fitnah dan kritik dibanding tokoh lain. Sederet fitnah yang di lemparkan kepada beliau (saw) merupakan deskripsi jelas betapa berpengaruhnya pribadi nabi besar Muhammad saw dihati dan sanubari mereka.
Dan Insya Allah dari semua fitnahan tersebut akan saya bahas dan tulis di blog ini, namun kali ini saya akan mengangkat sebuah fitnah yang sangat keji, yakni Nabi Muhammad seorang pedofilia. Yang Insya Allah artikel singkat ini dapat mencurahkan sedikit cahaya kebenaran kepada mereka yang tidak mengerti dan belum mengetahui…Amiin Allahuma Amiiin.
Mari kita baca definisi dan gejala Pedofilia:
Di ambil dari http://www.polfed.org/magazine/08_2001/80_2001_paedophile.htm
“Low self esteem. Many pedophiles, although by no means all, do not have a great sense of capacity for adopting a sexual demeanor towards adults or those of their own age or older. They feel unhappy and fearful at the prospect of sexual behaviour with adults and hence turn to children due to the fact that they are unable to have the strength of personality to seek adults for sexual demeanor. When considering treatment therefore it is important to establish and develop a higher sense of self-esteem in such individuals.”
Artinya:
Rendah diri. Pada umumnya penderita pedofilia, meskipun tidak semuanya, tidak mempunyai keinginan untuk melakukan hubungan seksual dengan orang dewasa atau yang seusia dengan dia atau lebih tua. Mereka merasa tidak bahagia dan takut akan prospek hubungan seksual dengan orang dewasa, oleh karena itu mereka mengarahkannya kepada anak-anak. Di karenakan mereka tidak mempunyai kepribadian yang kuat untuk melakukannya dengan orang dewasa. Maka diperlukan terapi yang dapat membantu mereka untuk menumbuhkan rasa percaya diri.
Hal diatas sama sekali tidak bisa dihubungkan dengan nabi Muhammad, beliau sama sekali bukan seorang yang rendah diri (minder). Semasa hidupnya beliau mempunyai ribuan pengikut, mustahil seorang yang minder dapat melakukan seperti yang beliau telah lakukan 14 abad lalu.
Hal kedua, nabi Muhammad saw tidak mempunyai rasa takut untuk melakukan hubungan sexual dengan wanita dewasa, contohnya ialah dengan Siti Khadidjah ra, istri pertama beliau yang usianya 15 tahun lebih tua.
Biografi dari Safiur-Rahman al-Mubarakpuri:
Khadijah Bint Khuwailid:
Pada saat di Mekkah — sebelum peristiwa Hijrah — rumah tangga nabi terdiri dari beliau (saw) dan istrinya Khadidja binti Khuwailid. Beliau berusia 25 tahun dan Khadidjah (ra) berusia 40 tahun disaat mereka menikah. Ia wanita pertama yang beliau nikahi. Ia satu-satunya istri yang beliau miliki hingga siti Khadidjah (ra) wafat. Beliau memiliki beberapa orang putra dan putrid dari hasil perkawinannya dengan Siti Khadidjah (ra). Namun tidak satupun putranya yang hidup hingga dewasa. Semuanya wafat. Putri-putrinya adalah Zainab (ra), Ruqaiya (ra), Ummu Kulthum (ra). dan Fatimah (ra).
Lebih lanjut mengenai pidofilia:
“Lack of impulse control. Many pedophiles find it extremely difficult to deal with the impulsive nature which inclines them towards sexual behaviour to children. They simply cannot control their need for engaging children in sexual practices. They might be said to suffer from an obsessive-compulsive condition. Here again treatment would involve developing better impulse control and of course redirecting the sexual inclinations.”
Artinya:
“Rendah penguasaan diri. Penderita pedofilia sangat sulit menguasai diri mereka dan mendorong mereka untuk melakukan hubungan sexual terhadap anak-anak. Mereka sama sekali tidak dapat mengendalikan kebutuhan mereka untuk melakukan hubungan sexual dengan anak-anak. Mereka bisa dikatakan menderita suatu kondisi yang disebut obsesi menuruti dorongan kata hati. Sebuah terapi yang baik mungkin akan mengembangkan penguasaan pengendalian diri mereka lebih baik dan tentu mengalihkan kecendrungan sexual mereka.
Jelas sekali deskripsi diatas sama sekali tidak cocok dengan Nabi Muhammad, nabi Muhammad saw orang yang paling tangguh dalam menguasai dirinya dan hawa nafsunya. Dan istri beliau Siti Aisyah (ra) memberikan kesaksian tentang hal ini:
Sahih Al-Bukhari
Volume 1, Kitab 6,r 299:
Diriwayatkan ‘Abdur-Rahman bin Al-Aswad:
…”Aisyah pernah berkata :”Setiap kali Rasulullah SAW ingin membelaiku (to fondle) selama masa-masa haid, Nabi SAW menyuruhku mengenakan izar (pembalut wanita) yang dikenakan dibawah pinggang…dst Aisyah menambahkan,”Tidak ada satupun dari kalian yang dapat mengendalikan nafsu seksualnya seperti Nabi.”
Jika beliau adalah seorang pedofilia maka ia sudah pasti akan menggauli Aisyah tepat saat ia berusia 6 tahun (usia Aisyah menikah) dan sudah barang tentu beliau akan menikahi sejumlah gadis lain yang seusia Aisyah atau dibawahnya dan menggauli mereka, namun beliau tidak pernah melakukannya.
Ciri dan gejala lain seorang pedofilia ialah kesepian, lagi-lagi hal ini tidak ada pada diri nabi Muhammad saw, beliau selalu dikelilingi istri-istrinya dan para sahabatnya, bahkan mungkin beliau tidak memiliki privasi. Dan gejala lain ialah, seorang pedofilia adalah yang mempunyai pengalaman mendapat pelecehan seksual semasa kecil atau dalam hidupnya. Dan hal ini lagi-lagi tidak pernah ada pada diri nabi Muhammad saw.
Silahkan Bagikan Artikel Ini Kepada Dunia:
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
Wednesday, June 20th, 2007 | Polemik with
Feedburner dengan RSS |
Update lewat Email |
subhanallah artikel yang bagus sekali senang saya membacanya dan menambah pengetahuan baru…terima kasih abi.
[Reply]
Tampaknya ini menjadi jawaban bagus untuk para penghujat Islam. Kemaren kesasar di http://www.indonesia.faithfreedom.org/
banyak yang menghujat Rasulullah. Mau ikut ngomentari dengan artikel ini sih, tapi rasanya koq percuma orang keras kepala seperti mereka diberitau.
[Reply]
Percuma agam, memberitakan ini kepada mereka dan aktif di forum laknatullah itu, gak akan ada manfaat. dan partisipannya pun hanya jago kandang dan main keroyokan, buktinya bisa dilihat ketika saya buka fordis untuk kritisi Islam mereka tidak ada yang berani aktif disana.
[Reply]
uuuh lagian kenapa pusing omongan kafir
[Reply]
Asalamualaikum Pak Abi.
Pak Abi, bisakah bapak menjelaskan mengenai silsilah Nabi Muhammad. Sebab orang-orang kafir telah menuduh bahwa Nabi Muhammad adalah bukan keturunan Nabi Ismail.
Pak Abi mohon dibaca website kristen dibawah ini
http://www.answering-islam.org/Shamoun/ishmael2.htm
Bagaimana komentar dari Pak Abi. Sebab kalau kita hanya diam saja mnrt saya ini sangat tidak tepat. Website Kristen tsb merujuk pada buku karangan Ibn Kathir. Dan dalam buku Ibn Kathir dijelaskan spt demikian. Tapi saya belum baca krn gak punya buku tsb.
Mohon dibuat artikel tersendiri Pak mengenai silsilah ini agar dapat dicari dengan mudah.
Wasalam
[Reply]
Waalikum sallam wr wb@Muslim Bandung, insha Allah besok atau lusa saya posting jawaban mengenai pertanyaan antum.
[Reply]