Film Menculik Miyabi Dan Review Saya
Film Menculik Miyabi tetap tayang – premiernya kemarin, walaupun semua penolakan di lontarkan (juga dukungan tentunya) film yang di bintangi mantan bintang porno asal Jepang ini tetap tayang.
Kemarin pagi saya menyaksikan sebuah acara wawancara di Tv, antara pemain film Menculik Miyabi dan pihak produser Maxima Pictures di wakili oleh Ody Mulya Hidayat, ada beberapa dialog yang menarik perhatian saya, dan akan saya utarakan dan respon disini.

Dialog pertama yakni pernyataan Ody saat menjawab pertanyaan host acara tersebut, ia mengatakan: “bahwa Miyabi telah tobat alias sudah berhenti main film porno sejak 7 tahun lalu” Benarkah? Saya menemukan suatu yang sangat janggal pada keterangan itu, jika benar Miyabi sudah tidak lagi main porno selama 7 tahun terakhir, maka ia sudah berhenti main film esek-esek sejak usia 17 tahun. Karena sekarang ini usia Miyabi adalah 24 tahun (menurut keterangan Wikipedia) berarti jika 7 tahun lalu adalah 24 tahun – 7 tahun = 17 tahun, benarkah ia berhenti bermain film porno sejak usia 17 tahun lalu???
Lalu siapa yang di maksud oleh Wikipedia bahwa ada wanita bernama Maria Ozawa alias Miyabi menanda-tangani kontrak dengan studio Attackers (studio yg mempunyai spesifikasi memproduksi film porno pemerkosaan) pada tahun 2007, lalu ia meluncurkan lagi film porno tanpa Mozaic (tanpa sensor) pada tahun 2008? Apakah ia Miyabi yang sama atau ada 2 Miyabi berbeda nih? Atau Ody Mulya Hidayat sedang mabuk super-super berat saat mengatakan Miyabi sudah berhenti membintangi film porno sejak 7 tahun lalu? Baca kutipan dari Wikipedia berikut ini:
Pada akhir 2007, ia menandatangani kontrak (tidak eksklusif) dengan Attackers’ (アタッカーズ), sebuah studio AV yang memiliki spesialisasi pada tema pornografi perkosaan.[7] Pada Juni 2008 ia berpindah studio sekali lagi, berpindah ke studio baru yaitu Ranmaru[8] [9] yang meluncurkan videonya dengan studio tersebut pada 19 Juli 2008. Pada pertengahan 2008 Maria Ozawa melakukan beberapa variasi video dari produser yang berbeda termasuk video lesbiannya yang pertama (W Cast Premium Lesbian) untuk LADYXLADY, sebuah divisi dari studio pornografi Jepang Soft on Demand. Dia akhir September 2008 Maria Ozawa mengeluarkan AV pertamanya yang benar-benar tanpa mozaic atau dengan kata lain tanpa sensor, dengan judul Tora-Tora Platinum 49.
Apakah seluruh masyarakat Indonesia sedang di bodohi oleh Ody lewat Tv dan situs berita?
Dialog kedua dari salah satu pemain film ini (saya lupa namanya), ia mengatakan (kurang-lebih begini) “bahwa masalah Miyabi ini jadi terkenal karena masyarakat heboh – menolaknya – dan membicarakannya kalau di biarin alias tenang-tenang aja gak akan jadi terkenal”
Sekilas perkataan orang ini benar adanya, namun jika di cermati penuh kecacatan dan cetek. Kita semua sudah tahu bahwa Indonesia – biar bagaimanapun – masih tergolong masyarakat yang religi. Penolakan terhadap pornografi dan sejenisnya masih kental. Dan Ody berserta Maxima Pictures-nya tahu itu. Dan ia pun tahu bahwa rencananya saat itu untuk undang Miyabi akan tuai pro-kontra luas.
Oleh karenanya, sangatlah tidak masuk akal dan tidak cerdas jika ada orang mengatakan: “Kedatangan Miyabi menjadi terkenal karena orang-orang Indonesia pada heboh!”, are you insane or what for saying that?
Mengharapkan – atau bahkan tersirat fikiran – bahwa masyarakat Indonesia tidak akan merespon (dalam bentuk penolakan keras atau sebatas debat pro-kontra) kedatangan Miyabi sama seperti punuk merindukan bulan.
Namun begitu, semua orang waras pasti sadar bahwa Maxima Pictures (Oddy Mulya Hidayat) hanya mementingkan bisnis dan uang saja, tanpa berfikir moral. Ia tidak perduli betapa banyak anak-anak dan orang dewasa (yang tadinya tidak tahu Miyabi) nantinya akan download film atau gambar-gambar Miyabi
Maaf soal gambar pada artikel karena tidak nyambung dengan isi artikel, tujuannya agar WAH saja, dan menarik
Info lainnya
| Mengomentari Film Miyabi Oleh Raditya Dika | Download 2012 Movie Gratis | Film Bidadari Jakarta, Film Cabul Di Luncurkan Kembali Hore! | MUI Tidak Mengharamkan Film 2012 | Para Pemenang Piala Oscar 2010 |



hahah, lucu deh gambarnya. salam blogger
Saya sih lebih memposisikan diri sebagai penikmat film saja deh. Sepanjang saya merasa terhibur, no problem buat saya. Toh saya juga sudah cukup dewasa (usia 28). Tapi menarik juga mencermati argumen bahwa jika dicuekkan maka tentunya filmnya tidak akan heboh. Ya, masing-masing pihak punya kelemahan dan kecerdikan tersendiri. Pihak produser jeli memanfaatkan “kelemahan” sebagian masyarakat Indonesia yang suka heboh dengan sesuatu yang berbau pornografi. Di sisi lain, masyarakat pada akhirnya “kalah” juga dengan trik yang lebih pintar tersebut.
Coba lihat film Suster Keramas yang lolos tayang dan terkesan dicuekkan. Saya nonton film itu. Lucu banget sih filmnya. Tapi juga cabul abis..hehehe.
Nah, kalo Suster Keramas aja bisa lolos, kenapa film Menculik Miyabi yang cuma komedi murni gak boleh tayang?
Ini cuma opini saya sesuai fakta yang ada saja.
Masyarakat tidak kalah, atau setidaknya di dunia, kelak di akhirat bisa di lihat siapa yang tertawa dan siapa pula yang akan menjerit karena sesal
Namun begitu pemutaran perdana film Miyabi tampaknya tidak menuai sukses sama sekali, menurut sejumlah situs berita saya baca, bioskop2x yg tayangkan film ini sepi semua
Dan soal Rin Sakuragi (Suster Keramas) bisa lolos dan gak ada masalah, karena dia bukan Miyabi, dan tidak ada yang tahu siapa dia sebelum datang ke Indonesia, namun tetap saja banyak yang cari tahu lebih jauh mengenai Rin Sakuragi saat itu menurut yang saya pantau dari Google Insight
Itulah permasalahannya Is
kehidupan yang religi jelas tidak akan tahu maria ozawa kalau tidak digembar-gemborkan kedatangan dan film yang dibintanginya tersebut, ya iyalah, masa orang religi ikut atau harus lihat filmnya baru nolak? ga’ mungkin kan?
masyarakat awam masih agak buta informasi tentang miyabi aka maria ozawa dan TV adalah tempat yang tepat (bagi mereka) tuk mengenalkan “sosok baru” miyabi yang tobat
terima kasih infonya Bi
Dan “thanks” to Oddy sekarang mereka jadi tahu
Lagian tuh Ody mulya ngotot bgt sih pgn nampilin miyabi dalam filmnya,,klo memang syutingnya diluar mending tolak biar ga tayang di Indonesia..(nyolot)
Mungkin ada 2 miyabi mas… hahaha…
aku dulu juga ngga kenal ama miyabi, maria ozawa, tiba tiba liat di tipi ada kayak gtu, sekarang dah akrab
, semoga ngga ada banyak korban [padahal dah jelas korbannya hehehe] gtu kok lulus sesnseor ya [?]
Wah, komentar saya dihapus ya BI? Apa cuma karena sedikit berbeda pendapat?
Salam hangat saja deh kalau begitu.
Saya tidak menghapus komentar Is, komentar kamu masuk ke moderasi secara otomatis, karena kamu gunakan email berbeda dari biasanya pada komen yang sekarang
Dan hal ini biasa terjadi pada Wordpress
Tenang aja Is saya open-minded kok soal urusan perbedaan perbedaan, asal tidak bawa2x nama-nama “kebon binatang” tidak akan saya hapus, dan jika masuk moderasi pasti akan saya “approve”
Tuh buktinya komentar kamu ada dan tidak terhapus
Abi
Oh, mohon maaf kalau begitu BI. Kirain saya dihapus..hehe. Saya dulu memang menggunakan email berbeda saat blogwalking. Tapi berhubung email tersebut agak bermasalah (terutama yang andrian itu), maka belakangan ini saya menggunakan email yang di gmail. Kalo netbook28 itu tidak saya gunakan lagi sebagai email blogwalking karena keterbatasan space di yahoo
Jadi sekarang saya mantap menggunakan gmail deh. Thx BI.
Ok Is dan perlu di ketahui kamu termasuk salah satu dari sedikit komentator yang kerap meluncurkan komentar yang bermutu di sini jadi rugi kalo saya tidak “approve”
Makasih kembali Is
Abi
duit..duit..dan duit….
hingga moral tak lagi terusur,hingga moral kurus…
kadang berita juga sering simpang siur kok mas,jadi bingung.Bingung tapi asyik juga,kayak nonton sinetron…
hehe
Kalau Mpok Nori yang diculik buat apa hehehehhehe
Good posting abi
Bi ada sisi negatif yg mengganggu buat saya, sblm film ini muncul keponakan sy yg blm cukup umur tidak tahu siapa itu Miyabi. Tp rasa ingin tahu itu kemudian dicarinya lewat internet. Yang bertambah parahnya lagi sosok miyabi sbg pemain film porno yang muncul di pencarian, dengan foto-foto dan adegan2 yang tidak layak buat anak seumur keponakan saya. Nah, hal atau dampak seperti ini lah yang kurang mendapat perhatian, yang diperhatikan cuma duit dan sensasi saja.
bagi para orang tua diharapkan untuk memberikan penjelasan yang baik untuk menyikapi hal ini.
terimakasih Abi…
Pasti ada pro-kontra soal film ini ya bang.
Sudah tahu kita begini mereka kok ya nekat saja. Mbok ya membuat film yang mendidik kenapa sih ya. Asal di garap dengan bagus pasti ditonton orang kok. apalagi jika membuat film diniatkan untuk ibadah, pasti aja lah kalau soal rejeki.
Thanks ulasannya
Salam hangat dari BlogCamp
Mungkin mereka kurang PEDE untuk menampilkan film2x bernuansa ibadah karena rumah produksi film dibelakang film ini sudah terbiasa produksi film-film “nyerempet”
weleh…weleh…
LSF pada nyungsep ke mana ya, Bi? apa karena mindset sudah terkotak2, bahwa brand image yg dibangun Miyabi tidak serta merta terhapus dgn komentar “pertobatan”/berhentinya ia dari dunia “itu”. salam dari jogja, kang Abi.
Delema bagi LSF karena selama ini peraturan hanya berlaku pada “adegan porno” dalam video/film, namun tidak berlaku kepada latar belakang si pemain, mas
mungkin karena duitnya sudah banyak, dan film2 lamanya masih laku trs jd skrg cuti maen mas,..
memang jaman sekarang semakin aneh2 aj pikiran orang, apalagi para artis yang mayoritas sudah terobsesi sebuah ketenaran
Terima kasih untuk semua yang sudah komen disini
ada satu lagi mas udah lounching yang pemeran utamanya rekan seperjuangan miyabi, suster keramas……hiks hiks
thx
sepertinya lagi trend kalo sesuatu semakin ditolak, semakin diperkeruh dan semakin ngotot untuk dilakukan… apalagi kalo yang nolak “cuma” segelintir orang (menurut mereka)… semakin menghasilkan duit, sekalipun minim moralitas…
mungkin sudah kehabisan idea, jadi nya milih yang aneh, yang bikin sensasi dan menarik perhatian masyarakat, kan lumayan dapat promosi gratis
ah tu cm akal2an sang rumah produksi buat narik keuntungan…kl g da pro kontra otomatis mgkin film tu g bkal da org yg mw nonton…..
mgkin juga mreka para pembuat mulanya mengira kl buat film pke pemeran yg agak nyleneh bs untung besar, tp kyknya malah rugi deh,,,,,wkakakakkakkakakkakakakakakakkakakakakak……..
visit my site bro..
http://www.multifactioner.com
numpang promosi site….