Suatu saat temanku menanyakan mengenai maksud dari surah Al Maidah 5:101-102, dia mendapat pertanyaan ini dari teman kristennya dalam satu forum diskusi internet, yang kemudian dia posting kesaya. Pertanyaannya begini:
“…ALLAH menyuruh umat islam bersikap kritis, bahkan terhadap Al Qur’an itu sendiri dan tidak boleh taklid….”
Ini justru bertentangan dengan apa yang Alquran pesankan:
QS 5:101-102
“Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu menanyakan hal-hal yg jika diterangkan kepadamu niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Quran itu sedang diturunkan niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan kamu akan hal-hal itu. Allah maha pengampun….. Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yg serupa itu, kemudian mereka tidak percaya kepadanya.”
Ayat di atas memerintahkan pengikut Muhammad tak boleh bertanya atau menanyakan hal-hal yang menurut mereka dapat menggoyahkan iman. Bukankah ini sama saja melarang penggunaan akal? Bila Islam melarang umatnya kritis, lalu di mana letak penggunaan akal itu? Bukankah Islam dikatakan sangat mengutamakan akal?
Ini bertentangan dengan ayat sebelumnya di surat yang sama:
QS 5:58
“Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.”
Bila Allah SWT (atau lebih tepatnya Muhammad) mempersalahkan umat lain dan menganggap mereka tak mau menggunakan akal, lalu bagaimana dengan dirinya sendiri atau pengikutnya yang malah dilarang menggunakan akal?
Muhammad sering menantang umat lain untuk membuktikan kebenaran mereka, tapi Muhammad sendiri kenapa “tidak berani” membuktikan kebenarannya sendiri?
Jawaban untuk pertanyaan diatas:
Surah Al Maidah 5:101 ini sama sekali tidak seperti anggapan orang Kristen ini, karena memang maknanya bertolak belakang jika dilihat dari azbab an nuzulnya. Ini Azbab an nuzl dari surah maidah :101
Bukhari:
4345.Anas ra meriwayatkan,”Rasulullah,sallahu alaihi wassallam, berbicara dengan perkataan yang tidak biasanya. Beliau berkata, ‘Jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, maka kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. ‘Para sahabat Rasulullah saw, menutup muka mereka dan terisak-isak. Lalu seorang pria berkata, ‘Siapakah ayahku?’, ia menjawab,’fulan bin fulan.’ lantas ayat ini turun:’. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu.’ (5:101)”
4346.Diriwayatkan oleh ibn Abbas, “Sebagian orang biasa mempertanyakan kepada Rasulullah dengan maksud mengolok-olok dengan menanyakan, ‘Siapakah ayahku?’ dan seorang yang kehilangan untanya menanyakan, ‘Dimana untaku?’ dan kemudian turunlah ayat ini memberitakan tentang mereka: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu.’ (5:101)
Jadi yang dimaksudkan ialah mereka yang mempertanyakan hal-hal yang menjengkelkan, karena hal tersebut tiada manfaatnya dan rasulullah pun bukan seorang dukun yang tahu segala unta, beliau pun melarang sahabatnya mempertanyakan hal-hal yng menjengkelkan seperti pada hadis berikut:
Diriwayatkan oleh Mu’awiyah: “Nabi saw melarang diskusi yang isinya pertanyaan yang menjengkelkan dan olok-olok.”(Sunan Abu-Dawud, Kitab Al-Ilm, Kitab 25, Nomor 3648)”
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini hanya merusak iman kita oleh karenanya Allah melarang hamba-hambaNya melakukan hal tersebut.
Jadi sama sekali tidak benar jika ayat tersebut dihubungkan dengan pelarangan penggunaan akal seperti tuduhan rekan kristen diatas .
Silahkan Bagikan Artikel Ini Kepada Dunia:These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
Sebenarnya Rekan Kristen kita ini belum paham betul anjuran Allah tentang penggunaan akal, dan bersikap kritis, apalagi Allah menyuruh umat islam kritis terhadap Al-quran ini sungguh tidak benar. Karena Firman Allah: “Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS Albaqorah:2) di sini jelas “tidak ada keragu-raguan didalamnya” kenapa harus dikritisi, dan menurut saya Islam itu mutlak & bukan Demokrasi, seperti agama lain pada umumnya.
Blog ini memakai dofollow plugin dan commentluv plugin, oleh karena itu pastikan rekan menyertakan link saat berkomentar, sehingga link homepage dan link posting terakhir blog rekan mendapat bonus dari Google.
Sebenarnya Rekan Kristen kita ini belum paham betul anjuran Allah tentang penggunaan akal, dan bersikap kritis, apalagi Allah menyuruh umat islam kritis terhadap Al-quran ini sungguh tidak benar. Karena Firman Allah:
“Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS Albaqorah:2)
di sini jelas “tidak ada keragu-raguan didalamnya” kenapa harus dikritisi, dan menurut saya Islam itu mutlak & bukan Demokrasi, seperti agama lain pada umumnya.
[Reply]
Tapi penafsiran Al Quran bisa di kritisi.
[Reply]
Ya, saya pun tetep barpegang pd keyakinan saya, bahwa Al Qur’an kitab suci yg paling benar dan sungguh saya yakin tidak ada keraguan di dalam nya
[Reply]