Terra Patrick

October 17, 20109 komen

Membaca nama Terra Patrick sebagai judul artikel, tentu rekan yang sudah familiar dengan saya akan langsung menganggap: “Pasti Abi tidak setuju kedatangan Terra Patrick, seperti halnya Miyabi” Benar!…benar sekali kawan, saya 1 trilyun % tidak setuju. Buat apa sih memakai bintang porno buat main film nasional? Memang perlu yah?

Terra Patrick, Miyabi dan sederet nama bintang-bintang film mesum lainnya, sudah jelas, profesinya sebagai bintang porno. Nah film nasional, itu film apa sih? Film porno kah? Jika anda mengatakan tujuan didatangkan bintang-bintang itu sebagai daya tarik penjualan, saya rasa tidak terlalu signifikan efeknya. Karena tetap saja masyarakat semakin malas nonton film nasional, karena sudah tahu pasti kadar kualitasnya, yang bakal rame bukan antrian masyarakat di loket bioskop, tapi situs-situs porno internet yang menampilkan si bintang porno itu (berserta gambar dan download filmnya). Percaya deh!

Contohnya di film menculik Miyabi, apakah penonton membludak di bioskop-bioskop? Tidak! Yang membludak alias banjir trafik kala itu yah situs porno yang ada Miyabinya.

Mendatangkan bintang porno tidak akan menaikan penjualan tiket. Namun semakin menjatuhkan kualitas perfilman kita, masyarakat semakin tidak percaya lagi terhadap industri film kita.

Alasan lain selain diatas ialah, karena seni dan hiburan. Seni dan hiburan apa? Seni mesum dan hiburan porno? Negara-negara lain sudah membuat film science fiction, tapi negara kita masih berkutat di film-film hantu bernuansa cabul yang kental dengan minim sekali efek edukasinya. Sungguh menjijikan!

Memang benar anggapan bahw Indonesia sedang digiring agar membebaskan pornografi dan menjadikan masyarakatnya cabul secara legal. Akhirnya nanti, film-film porno akan bebas juga secara legal bahkan ada festival penghargaan khusus film cabul, seperti di negara-negara “maju” itu.

Dan rumah-rumah produksi macam Maxima Pictures, kini RKP dan nama-nama lainnya, saya yakin mengagendakan tujuan itu.

  • http://MediaOnlineNews.com Media Online News

    aku baru denger terra patrick mas… :-)

  • http://www.adeshendra.com adeskana

    kalau ana malah bersimpati dengan insan perfilman yang konsen mengangkat film nasional agar semangkin bermutu dan digemari rakyat Indonesia. kasihan mereka. usahanya bisa jadi valueless karena ulah segelintir orang yg hanya dibutakan dgn logika keuntungan semu.

  • http://www.beritague.com beritague

    Saya setuju dengan opininya mas Abi,
    menurut pendapat saya kalau flim Nasional dibintang oleh bintang flim porno ya sama aja dengan nonton flim porno.
    kenapa gak artis Hollywood aja yang didatangi pasti tuh flim Nasional sama dengan flim Hollywood, ya setidak2nya setara lah…

  • http://indonesianer.blogspot.com Darin

    Setuju! Payah banget perfilman Indonesia. Itu moralnya pada kmana ya?

    Creative is not about hot or not, it’s about use our brain wisely, dude!

  • http://www.aidavida.blogspot.com aidavida

    Setuju sekali mas…itu film pasti mutunya jelek and hanya ngadalkan ketenaran Tera Patrick sebagai bintang porno…kalo mo lihat ackting tera patrick kenapasutradaranya and yg produsernya harus perlu buat filmnya disini…beli aja cd tera patrick yg banyak dijual di lapak2 penjual vcd/dvd porno, he…heee

  • http://www.dg-software.com DG

    Indonesia kebanyakan gaya gan pake ngelarang IP address buat buka situs2 tertentu saja, nyatanya negara barat malah terbuka SDM malah mantap, lha ini SDM sudah buruk malah dilarang2 tambah gimana ini… hahaha just opinion… :P

  • http://abibakarblog.com/polemik/terra-patrick/ tedendin

    stuju bangetttt…

    kualistas film indonesia hancur lebur klw masih tentang horor dan seks…

    sutradara indonesia payah smua, tidak bisa belajar dari negara maju seperti

    amerika…

    Koya prayoga sang sutradara yg aktif membuat film menurut saya percuma saja

    solanya satupun filmnya gk ada yg bermutuuu…

    Saya paling menyesal klw nonton film indonesia di bioskop. Hanya buat2 duit aja..

  • http://sharronclemons.co.cc/ Sharron Clemons

    kalau ana malah bersimpati dengan insan perfilman yang konsen mengangkat film nasional agar semangkin bermutu dan digemari rakyat Indonesia. kasihan mereka. usahanya bisa jadi valueless karena ulah segelintir orang yg hanya dibutakan dgn logika keuntungan semu.

  • http://www.grafis71.com Grafis 71

    Bahayaaa… ada porno nih