Jika PageRank Adalah Borok, Kenapa Google Memeliharanya?
Google Pagerank yang sejatinya sebagai metode yang diterapkan Google untuk mengkalkulasi relevansi dan pentingnya halaman sebuah blog/web berdasarkan link yang mengarah pada halaman tersebut, telah dijadikan barang dagangan untuk mencari duit di dunia maya ini, lewat program-program yang lebih tepatnya disebut program manipulasi algoritma, seperti paid links dan paid reviews. Google pagerank dijadikan sebagai kemasan menarik untuk memasarkan blog kepada para advertiser yang agresif dalam mempromosikan produknya. Sebagai imbalan empunya blog mendapatkan pundi-pundi dollar dari para Advertiser itu. Ini merupakan ladang bisnis yang sangat menguntungkan bagi para Blogger, sehingga mengejar PageRank merupakan target utama yang diagendakan setiap blogger yang memonetasi blognya.
Namun begitu Google, sebagai pemilik sah plus tunggal dari PageRank, sangatlah keberatan jika hasil karyanya dijadikan objek jual-beli. Karena itu bukanlah ide yang di gariskannya. Menurut Google, program jual beli PageRank berdampak negatif karena dapat memanipulasi perhitungan algoritma, imbasnya mempengaruhi proses pencarian informasi di SE (Search engine). Karena cara ini membuka peluang bermunculannya informasi yang tidak relefan. Karena di khawatirkan posisi terbaik hasil pencarian (SERP) adalah dari web atau blog yang tidak relefan dari info yang dicari oleh pengguna SE. Oleh karena itu, Google mengumumkan perang kepada program bisnis jenis ini, dan mengultimatum akan me-smackdown PR siapapun yang ikut berpartisipasi di bisnis ini.
Sekarang yang jadi pertanyaan, jika PageRank menyebabkan suburnya praktek manipulasi Algoritma dan membuat Google sakit gigi, lalu kenapa Google mempertahankannya? Dan kenapa pula Mozilla Firefox malah menyediakan Toolbar PageRank untuk menampilkan rangking sebuah halaman blog?
Ini pertanyaan-pertanyaan yang harus di jawab Google dan dicarikan solusinya. Bukankah program-program bisnis yang konon menjadi rival salah satu ladang usaha Google ini menggunakan PageRank sebagai tolak ukur popularitas dan bandroll sebuah blog.
Dan semakin bias lagi ternyata PageRank bukanlah jaminan sebuah halaman blog/web akan mendapat posisi bagus di hasil Pencarian. Anda boleh saja bangga dengan angka PageRank yang tinggi, namun bukan berarti halaman-halaman anda yang ber PR tinggi akan mendapat posisi terbaik di hasil pencarian ( SERP). Itu bukanlah masalah bagi para peblogger bisnis, karena peranan PageRank sekarang ini lebih menyentuh sisi komersial dari pada kualitas sebuah halaman blog, sehingga yang menjadi trend sekarang ini ialah mengejar Pagerank untuk dijual. Maka dapat dimaklumi jika Gus menyebut Pagerank sebagai berhala digital.
Jika begitu kenyatannya, idealnya Google sudah harus menghapus keberadaan PageRank, atau jika itu mustahil, Google seharusnya menutup akses bagi siapapun untuk mengetahui berapa level PageRank halaman blog mereka. Dan mengunci pintu bagi para spiderbots layanan free pagerank checker untuk mendeteksi halaman-halaman web/blog. Sehingga PageRank hanya diketahui Google saja.
Namun yang ada sekarang ini Google secara tidak langsung malah memfasilitasi tumbuh suburnya program paid review dan paid links, dengan terus menampilkan PageRank kepada publik. Sehingga yang muncul kepermukaan adalah ketidakonsisten-an Google dalam memerangi bisnis paid review. Ini sama saja, memelihara borok yang menganga dikaki dengan tidak mengobatinya, di saat yang sama berdoa dan berharap ingin sembuh.
Jadi menurut saya jika Google ingin membunuh bisnis paid links & reviews atau setidaknya meminimalisir tumbuh suburnya program-program tersebut, mungkin cara terbaik dengan tidak lagi menampilkan PageRank kepada publik, namun dirahasiakan. Dengan begitu, tidak akan lagi yang memusingkan PageRank dan tidak akan ada lagi transaksi jual beli links dengan menggunakan PageRank sebagai tolak ukur, sehingga lambat laun (mungkin) program tersebut akan mati.
Jika Google tidak mau melakukan itu, maka berhentilah memerangi bisnis paid review dan paid links.
Gimana menurut rekan-rekan, ada masukan?





cihuiii.. akirnya pertamaxxxx….
Jawab
masih newbie kang, jadi bagi Panda pagerank no ke 99
Jawab
jika PageRank menyebabkan suburnya praktek manipulasi Algoritma dan membuat Google sakit gigi, lalu kenapa Google mempertahankannya? Dan kenapa pula Mozilla Firefox malah menyediakan Toolbar PageRank untuk menampilkan rangking sebuah halaman blog?
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Namanya juga permainan Mas…
Kalo gak kayak gitu yah Google gak akan jaya seperti sekarang…kalo gak bikin bingung kan gak ada blogger yang punya posting kayak “gini” hihikzz..
kaborrr..**
Jawab
hmm… wah nggak pantes kalo saya yang bicara sebenarnya..
tapi saya sampaikan dalam bentuk pertanyaan saja ya bi.. sebenarnya, di blogosphere (termasuk penyedia layanan bisnis paid review) itu, memang selalu berparameter pada angka-angka tersebut ya bi?. Kalau iya, mungkin.. mungkin ya bi, ini adalah perkara sikap bi. Inginnya bermain didalamnya atau tidak. bukankah begitu bi?..
Tuh kan, ga tau nih, nyambung apa nggak.. hehe..
kalo nggak nyambung , maap ya bi.
Jawab
hmm..kalo saya sech setuju dengan pemikiran mas abi bakar…Namun manusia seperti saya ini yang begitu berharap bisa mendapatkan dollar dari Internet ini harus menggantungkan diri pada siapa jika program paid review hilang???Adsence???Gak mungkin coz selalu direject???Terus apa mas???? ato mungkin biar saja ngeblog berjalan dengan not money oriented?????
Jawab
@Panda, pagerank kan memang bukan agenda para pendiri blogger, jadi oke2x ajalah kalo gak mo pusing ama pr.
@Jovie, permainan? bisa juga, tapi bener2x sbuah permainan yg membingungkan…pegangan dulu ah…pegang apa tapi?
@Firdaus, bisnis paid links dan sbagian paid reviews, memang menempatkan PR sbagai ukuran, bahkan Paid links spt tla dan text link broker memberikan sarat minimal pr 4 untuk dpt berjualan link. Kalau soal sikap, yah ini bebas2x saja mau nyemplung atau tidak nyemplung daus, namun Google sudah memancing orang tuk nyemplung eh dia sendiri yang melarangnya.
@Freenavit, bro seperti kamu salah faham deh sama maksud artikel saya, diatas saya mengkritisi ketidak konsistenan Google, dia scara tidak langsung berjasa menciptakan kondisi ini, kemudian mempertahankannya, namun ia pula mengecamnya. Aneh kan? Jadi tujuan utama artikel ini bukan seruan untuk membunuh paid links atau reviews, sbaliknya kritik thdp sikap Google yg membingungkan. Soal paid links n reviews, sayapun nyemplung didalamnya, bisa dilihat dari banner2x sidebar blog ini rata2x paid reviews banner, kalau dihilangkan maka saya akan kehilangan jg sumber pendapatan:D
Jawab
abi lg marah ama berhala digital ya..
heheee.. saya mah udah ga peduli lg urusan PR ituh, makanya ga saya pajang. ga ngaruh samsek, ga bisa diake diskon kl blanja *hehe*
tp heran nya ada ajah blogger yg tau2 koment sambil muji2 PR sy.. haiyah emang penting yah.. gyahaha!
Jawab
saya sangat setuju sekali kang hahaha secara saya nyari duit juga lewat review
. emang nih mbah gugle kudu tegas ya. jgn bikin binun aja. atau emang disengaja kali kang
Jawab
ini pembahasan serius level master… bingung ngomentnya bi
kalo memang borok dan itu dibiarkan tentunya ada faktor2 tertentu yang tidak bisa dengan mudah dihilangkan, satu sisi memang rawan dan sudah timbul praktek jual beli link dan reviews tapi sisi lain borok itu dibutuhkan juga biar para dokter kebagian jatah pengobatannya bi… gitu lho…. *aduh ko jadi ngaco gini ya*
Jawab
Njenengan cermat Kang, mengargumentasikan paradoks Pagerank, SEO, paid links dan google. Google bisa klepek2 seandainya ada pertanyaan yang didukung premis seperti ini.
Mohon ijin untuk memperkuat argumentasi. Dengan pendekatan bisnis keuangan boleh ya Kang? semoga bisa menjadi polemik yang mencerahkan.ini Kenapa Google Menciptakan Paradok Dalam Bisnis Internet -nya
Jawab
Mungkin biar tetep jaga brand image google itu sendiri, biasanya orang kalau udah di atas suka gak mau turun lagi. Lagian istilah PR emang cuma google doang yg punya.
Dah nyoba yg ini mas (katanya saingan google, tapi ga bgtu bagus kyaknya):
http://www.cuil.com
Jawab
betul juga yah, kalo dirahasiakan tentu bisnis jual beli link akan susah berkembang.
trus kenapa donk? pasti gugel ada untungnya nih dengan tetep nampilin pr
Jawab
cuma bisa ngomong.. itulah misteri google..
Jawab
Pagerank sebagai berhala digital….
lumyan bagus tuh istilahnya….
Jawab
yang pasti mbah google tetep dapet untung, kalo tidak ya page rank nya pasti di rahasia in…..
Jawab
google juga kadang sering error…
Jawab
puyeng kalo mikir PR nih mas
Jawab
Bivalens Google yang sudah terlanjur kali…ibarat udah meludah eh mau dijilat lagi khan tengsin bi….kbr nya juga gogle mo bikin bisnis paid review juga tuuuh….Tunggu aja yaa…!
Jawab
aku gak paham niiih masalah ginian
Jawab
@Novee, penting nov kalau bagi blog yg dimonetasi
@Tipis, harusnya memang harus tegas, jika cara ini mencederai kinerja search enginenya
@Hakimtea, iya memang harus ada penyakit,agar dokter punya kerjaan, makanya harus ada PR agar dunia Internet trus ramai dan diminati, jika PR harus dihilangkan maka Google harus menciptakan borok baru agar dunia internet trus menarik
@Gus, silahkan mas dan saya sudah berkunjung kesitu, sbuah argument tertata rapi
@Utchanovsky, makasih udah nyoba mas, cari blog ku belum muncul disana
@Yudi, soal untung pastilah, karna biar gimanapun PR merupakan daya tarik agar orang trus menggunakan search egnine Google plus mengoptimalkan blognya agar Google Friendly, satu kesalahan Yahoo slain kalah akurat dalam menyediakan info ialah tidak memberikan PR , walau PR mendatangkan borok
@Jimmy, iya misteri soal money mas
@Ihsan, iya:D
@Herry, btul
@Manggis, iya memang di isukan Google akan publiskan paidreview, spt saya pernah tulis disini yah kita lihat saja nanti
@Ronggo, ok boss
Jawab
jadi teringat fatwa haram tentang ROKOK yang berhembus dan hendak di berlakukan nanti
Menghapus Borok PR sama hal nya mengharamkan Rokok di negeri ini. Menutupnya? sama halnya menutup pabrik rokok..
H e he he jadi ngelantur..
Jawab
Mnrt sy sih, Google tdk akan menghapus PR, dan jg tdk akan menutup akses PR. PR adalah rapot kinerja seorang webmaster di mata SE. Klo pun skrg algoritma PR Google itu diakali dg Paid Review, shrsnya mbah Google gak perlu kebakaran jenggot. Wong itu dia sendiri yg ngajarin : “cari link dari situs yg berPR baik.” Jd bkn salah paid review jk dia mensyaratkan PR tinggi bg para pengikutnya.
Klo kmd kondisi ini berubah arah menjadi ‘jual-beli’ PR, Google kyknya mengambil jln tengah dgn memasukkan keberadaan posting2 paid review ke dalam algoritma PRnya. Dia tidak akan menghapus PR, tp dia mengurangi PR. Lagian klo dihapus, kasihan webmaster yg tdk terlibat dg jual beli perempuan.. eh.. pagerank ini.
Only IMO. CMIIW..
Jawab
abbie Reply:
August 17th, 2008 at 12:48 am
Nambah lg bro,
Sy jd inget istilah “pinteran maling drpd polisi”. Bolanya skrg ada di polisi (Google). Dia pst mencari jln spy planningnya berjln spt sehrsnya, saat ini dg nggebuk PR yg ikutan Paid Review. Klo pun cara ini skrg efektif, sy yakin, ntar jg berubah jd gak efektif lg.
Jawab
aduh gimana y, aku baru mau ikutan paid links euy… jangan nakut2in dong mas
Jawab
waduhh..obrolan tingkat tinggi..
kalo masalah PR mike ga ngerti apa2..
kabur ke postingan berikut ah..:)
Jawab
Setuju 100%, sepikiran.
Dari awal mengenal bisnis internet, saya gak percaya korelasi PR and Visitor number. Tapi korelasi PR dengan Popularity Site masih setuju.
Jawab